BPBD Pemalang Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrim

Minggu, 10 Agustus 2025 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Masyarakat di wilayah kabupaten Pemalang diminta untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi usai puncak musim kemarau pada Agustus 2025.

Himbauan ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang Andri Adi, Minggu (10/08/2025).

Prakiraan bahwa wilayah tersebut akan segera memasuki masa pancaroba atau peralihan musim. Meski musim kemarau yang berlangsung sejak Mei ini relatif singkat dibanding tahun sebelumnya, intensitas hujan yang tercatat justru lebih tinggi.

Kondisi tersebut membuat transisi ke musim hujan berpotensi membawa cuaca yang berubah cepat dan ekstrem, termasuk hujan lebat disertai angin kencang.

“Juli – Agustus adalah musim pancaroba,mulai musim hujan di perkirakan September- Oktober,untuk bulan ini ada beberapa kejadian kebakaran karena kekeringan,” ujar Andri.

Ia mengingatkan kepada masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan dan perumahan, kekhawatiran lingkungan kering dan kebakaran yang tidak di pantau kemudian dari internal perumahan agar memperhatikan instalasi listrik kualitas dan penggunaannya

“Saat ini bisa saja lingkungan lokal itu terkadang muncul hujan yang cukup deras dan angin kencang bisa memunculkan kekhawatiran jarak pandang terhalang, ketika ada pohon tumbang seperti kemarin terjadi di jalan raya kecamatan Bantar bolang,” imbuh Andri.

Dengan perubahan iklim masyarakat selalu dihimbau untuk waspada dengan lingkungannya dan selalu aktif melihat informasi BMKG serta dinas instansi terkait

Masyarakat perlu bersiap menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu, terutama saat masa pancaroba.

“Setelah puncak kemarau, cuaca akan memasuki periode pancaroba, kemudian langsung beralih ke awal musim hujan,” tutupnya.

BMKG menjelaskan bahwa masa pancaroba ditandai dengan cepatnya perubahan kondisi atmosfer. Dalam satu hari, cuaca bisa berubah drastis dari cerah menjadi hujan deras disertai angin kencang atau bahkan hujan es.

Hal ini disebabkan oleh terbentuknya awan jenis kumulonimbus yang biasa muncul di masa transisi antar-musim.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Nasib Pilu Pekerja Outsourcing Bank Mandiri di Tasikmalaya, Diduga Kena PHK Sepihak Tanpa Prosedur
Diduga Palsukan Tanda Tangan Transaksi Jual Beli Tanah, Syamsudin Siap Lapor Polisi
Dua Versi Laporan Keuangan Koperasi PJM Disorot, Dugaan Penyimpangan Dana Masuk Penyelidikan
Eks Setda Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diratakan, Pemkab Bidik PAD dari Lahan Parkir
Bupati Cecep Nurul Yakin Lepas Atlet ORADO Kabupaten Tasikmalaya ke Porprov Jabar 2026
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98
Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG
Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Nasib Pilu Pekerja Outsourcing Bank Mandiri di Tasikmalaya, Diduga Kena PHK Sepihak Tanpa Prosedur

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Diduga Palsukan Tanda Tangan Transaksi Jual Beli Tanah, Syamsudin Siap Lapor Polisi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Dua Versi Laporan Keuangan Koperasi PJM Disorot, Dugaan Penyimpangan Dana Masuk Penyelidikan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Eks Setda Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diratakan, Pemkab Bidik PAD dari Lahan Parkir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Bupati Cecep Nurul Yakin Lepas Atlet ORADO Kabupaten Tasikmalaya ke Porprov Jabar 2026

Berita Terbaru