Masyarakat Keluhkan Pelayanan Makanan Bergizi di Enrekang

Jumat, 1 Agustus 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui perbaikan gizi, sebagai bagian dari Asta Cita ke-4 visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dengan program ini, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Indonesia, terkhusus di Kabupaten Enrekang yang telah berjalan di kurang lebih sebulanan.

Namun, baru baru ini Satuan Pelayanan Pemenuhan gizi (SPPG) Enrekang yang berada di Jalan Emmy Saelan kota Enrekang mendapatkan sorotan dari Masyarakat.

Menurut informasi bahwa menu nasi goreng yang disajikan kepada siswa siswi dianggap tidak layak untuk dikonsumsi dan sangat rawan menimbulkan penyakit.

“Nasi goreng yang disajikan basi alias nasi Kadaluarsa,” kata sumber informasi yang tidak ingin identitasnya diketahui.

Sumber lain juga menyampaikan bahwa menu pada telur yang disajikan kebanyakan tidak dimakan oleh anak anak karena rasanya lain lain alias tidak enak sehingga menjadi mubazir.

Mitra Yayasan Pelaksana Pelayanan Pemenuhan gizi Enrekang Bd.Yulianti yang ditemui oleh Wartawan pada hari Jum’at 1 Agustus 2025 membenarkan informasi minor tersebut.

Dirinya mengakui bahwa menu nasi goreng pada hari Selasa tanggal 29 Juli yang lalu mendapatkan informasi keluhan dari Masyarakat.

Yulianti menjelaskan bahwa informasi keluhan tersebut di dapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang.

“Saya curiga nasi goreng tersebut basi atau kadaluarsa berasal dari bumbu yang dicampurkan dengan berbagai macam-macam bumbu masakan, sehingga cepat basi, padahal menu makanannya kita masak dan sajikan pagi itu juga,” kata Yulianti

Yulianti yang didampingi oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayat menjelaskan bahwa mengenai masalah standar gizi semua di atur oleh petugas yang telah ditugaskan dari Badan Gizi Nasional.

“Tapi kebetulan beliau baru baru ini pulang, karena tinggal di Cakke Kecamatan Anggeraja,” ungkapnya.

Yulianti menegaskan, semua makanan yang disajikan tentunya ada standar yang sudah ditentukan oleh Badan Gizi Nasional yang menjadi Acuan kita dalam pemenuhan gizi anak sekolah.

“Semua ada catatannya, tetapi semua catatan masalah Gizi ada pada petugasnya,” tutup Yulianti.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Oknum Anggota PWI Diduga Kurang Hobi Baca, Ucapannya Sok Tahu: “Tanpa UKW, Wartawan Bisa Dipenjara”
Pj Sekda Jeneponto Dorong Sinergi BKPRMI Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi Muda
Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Gelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Tanahloe
Perkuat Kelestarian Pesisir, Pegiat Lingkungan Bentuk Forum Mangrove Merbau dan Tanam 200 Bibit
Polisi Gagalkan Penyelundupan Senpi Rakitan dari Lampung ke Jawa, 1 Pelaku Ditangkap
ITF UIN Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3: Simbolis Serahkan Bantuan Biaya Pendidikan Tahap II
Sanksi Adat Tegas di Jeneponto: Pelaku Asusila Dilarang Masuk Seumur Hidup
Indonesian Legendary Songs: Satu Panggung, Seribu Kenangan Bersama Musisi Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:52 WIB

Oknum Anggota PWI Diduga Kurang Hobi Baca, Ucapannya Sok Tahu: “Tanpa UKW, Wartawan Bisa Dipenjara”

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:16 WIB

Pj Sekda Jeneponto Dorong Sinergi BKPRMI Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi Muda

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:23 WIB

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 Gelar Seminar Program Kerja di Kelurahan Tanahloe

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:36 WIB

Perkuat Kelestarian Pesisir, Pegiat Lingkungan Bentuk Forum Mangrove Merbau dan Tanam 200 Bibit

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:34 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan Senpi Rakitan dari Lampung ke Jawa, 1 Pelaku Ditangkap

Berita Terbaru