Maraknya Mafia Minyak Bayat di Jalintim, Diduga Kebal Hukum dan Bayar Upeti ke Tiap Pos

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inhu, Riau, MNP – Aktivitas mafia minyak ilegal di jalur lintas timur (Jalintim) kembali menjadi sorotan.

Kali ini, sebuah mobil PS HDL nopol A 8028 T angkutan yang diduga membawa minyak bayat ilegal terpantau melintas bebas di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, tanpa ada hambatan tanggal 22 Juli 2025.

Saat dikonfirmasi, kepada sopir angkutan minyak bayat mengaku bahwa jalur yang mereka lewati relatif aman.

“Lewat jalan aman pak, karena kalau lewat pos kami kasih melan (uang jalan). Satu pos Rp 50.000,” ujar salah satu sopir kepada awak media.

Salah satu mobil PS HDL nopol A 8028 T angkutan yang dicurigai milik mafia minyak terlihat berhenti di sebuah rumah makan di pinggir Jalintim.

Saat disambangi, sopir mobil tersebut mengakui bahwa kendaraan itu membawa minyak bayat dari Palembang menuju Pekanbaru.

“Iya pak, saya bawa minyak bayat. Ini punya Pak PEN, mantan oknum TNI AU. Saya mau telpon pengurus wilayah Inhu, namanya LS di Kemuning,” ucapnya.

Beberapa jam kemudian, pria bernama LS yang mengaku sebagai koordinator wilayah datang ke lokasi.

LS sempat meminta agar tidak ada dokumentasi video atau rekaman selama pembicaraan berlangsung.

Ia juga membenarkan bahwa mobil tersebut milik PEN dan mengakui adanya praktik memberikan “melan” di setiap pos pemeriksaan.

“Kita memang kasih di jalan, supaya lancar,” ungkap LS.

Polsek Seberida terpantau kosong saat tim media akan melaporkan kejadian

Upaya awak media untuk melaporkan dugaan ini ke Polsek Seberida terhambat karena kantor Polsek diketahui tutup pada hari Selasa subuh, sekitar pukul 04.35 WIB, tanggal 22 Juli 2025.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan peredaran minyak ilegal dan keterlibatan oknum tertentu dalam aktivitas tersebut.

Rudi Walker Purba Tim Komando Garuda Sakti dari Aliansi Indonesia menyatakan kesiapannya untuk segera membuat laporan resmi kepada Markas Besar TNI dan Mabes Polri terkait maraknya praktik ilegal mafia minyak di wilayah Provinsi Riau.

Pihak Komando Garuda Sakti menegaskan bahwa tindakan tegas harus diambil tanpa pandang bulu terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut, baik aktor lapangan maupun pihak-pihak yang membekingi.

“Kami tidak akan tinggal diam. Negara harus hadir untuk menindak tegas mafia minyak ilegal yang telah merugikan negara dan masyarakat,” tegas Rudi Walker Purba.

“Laporan ini akan kami sampaikan langsung ke Mabes TNI dan Polri sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung penegakan hukum,” ujarnya lagi.

Aliansi Indonesia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan lembaga penegak hukum untuk bersinergi dalam memberantas kegiatan ilegal yang merusak tatanan hukum dan perekonomian negara, khususnya di wilayah Riau.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Proyek Creative Hub Rp 29,4 M Punya Pemenang, Dimana Skala Prioritas Pembangunan Bogor?
Dianiaya Hingga Jarinya Putus, Wanita Paruh Baya Tuntut Keadilan
Janggal! Dana CV Bumi Karsa Cair 100% Saat Proyek Berjalan, Siapa Bertanggung Jawab?
Tak Sekadar Bisnis, Pembukaan Lokasi Baru Legend Coffee Shop 1 Diisi dengan Santunan Anak Yatim
DPC PWRI Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat atas Dibukanya Cabang Legend Cafe di Mangkubumi
Kabid Humas dan IKP Kominfo Jeneponto Ucapkan Selamat HUT Ke-4 Media Nasional Potret
Wujud Nyata Kepedulian Polri, Lansia Ini Bersyukur Anaknya Bisa Khitan Gratis di Hari Bhayangkara ke 80
Lagi! Warga Graha Arradea Terjatuh, Pemkab Bogor Didesak Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Raya Ciherang-Ciapus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:33 WIB

Proyek Creative Hub Rp 29,4 M Punya Pemenang, Dimana Skala Prioritas Pembangunan Bogor?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:32 WIB

Dianiaya Hingga Jarinya Putus, Wanita Paruh Baya Tuntut Keadilan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:23 WIB

Janggal! Dana CV Bumi Karsa Cair 100% Saat Proyek Berjalan, Siapa Bertanggung Jawab?

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:37 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Pembukaan Lokasi Baru Legend Coffee Shop 1 Diisi dengan Santunan Anak Yatim

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:17 WIB

DPC PWRI Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat atas Dibukanya Cabang Legend Cafe di Mangkubumi

Berita Terbaru

Korban penganiayaan, Ida Supartika

Berita terbaru

Dianiaya Hingga Jarinya Putus, Wanita Paruh Baya Tuntut Keadilan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 09:32 WIB