Tasikmalaya, Potret – Aliansi Ormas Islam Nahi Munkar Kota Tasikmalaya menggelar Aksi Peduli Kota Santri dengan mendatangi Balekota Tasikmalaya.
Dengan slogan Tegakan Perda Tata Nilai Kota Tasikmalaya, massa dari puluhan ormas Islam berkumpul di depan kantor Wali Kota dengan misi meminimalisir maraknya praktek kemaksiatan, Rabu (18/01 2023).
Berdasarkan hasil inventarisasi dan investigasi gabungan ormas Islam Nahi Munkar terhadap realita maraknya praktek kemaksiatan di Kota Tasikmalaya, dinilai sudah sangat memprihatinkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulai dari peredaran miras, narkoba, prostitusi online, perjudian, dan cara berpakaian wanita yang tidak sesuai dengan norma agama dan kearifan lokal.
Ustad Miftah Fauzi salah satu Alim Ulama di Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa permasalahan ini bukan persoalan yang baru.
Menurutnya, soal potensi penyakit masyarakat itu mesti diminimalisir, tetapi caranya dengan penegakan peraturan daerah (Perda) yang sudah menjadi lembaran negara menjadi keputusan bersama disahkan oleh Mendagri.
“Jadi tidak ada potensi Perda yang bersifat intoleran, anti anu anti anu, karena sudah di kaji oleh Departemen Dalam Negeri,” tegas Miftah.
Aksi yang di gelar berjalan dengan damai dan berakhir dengan Audiensi antara PJ Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah. Namun, tanpa ada pembacaan langsung hasil audien terhadap masa yang menunggu di luar,
Lantaran itu, Nanang Nurjamil selaku Pembina Ormas Fortal yang selama audiens berlangsung Nanang di luar ruangan angkat bicara.
Tadinya kata Nanang, dalam diskusi ada poin poin yang dihasilkan dan disampaikan lagi oleh peserta aksi yang ikut di dalam kepada peserta aksi.
“Itu harapan saya, kami sangat menyesalkan dengan tidak adanya pembacaan hasil dari audiensi didalam yang tidak di sampaikan kepada masa aksi diluar,” tegas Kang Jamil sapaan akrabnya. (Lex).
![]()









Tinggalkan Balasan