Tasikmalaya, MNP – Pemadaman listrik sore hari yang sering terjadi belakangan ini membuat tanda tanya khususnya warga Kota Tasikmalaya.
Menanggapi itu, Andi Junianto Manager PLN ULP Tasikmalaya Kota membenarkan sering terjadinya pemadaman listrik, apalagi dari awal bulan Juli di wilayah Kota Tasikmalaya.
Andi pun menjelaskan penyebab pemadaman listrik tersebut, salah satunya akibat layang layang yang di musim kemarau panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertama-tama saya menyampaikan permintaan maaf, khususnya masyarakat kota Tasikmalaya yang mungkin kalau kami berhitung seringnya listrik padam,” ucap Andi saat ditemui wartawan, Jumat (06/10/2023).
Diakui Andi, ada semacam budaya di Tasikmalaya ketika musim kemarau banyak yang bermain layang layang, walaupun itu bukan penyebab utama.
Namun gangguan adalah kawatnya karena benang layangan banyak dimodifikasi ada yang murni di atasnya itu benang ada yang dicampur dengan logam.
“Nah, logam itu biasanya yang kami dapatkan dari lapangan itu adalah bekas kawat rem sepeda motor, kalau kami telusuri alasan mereka memakai kawat kebanyakan mereka itu untuk membandang (mengait layangan putus diatas, red),” kata Andi.
Selain itu, faktor lain untuk memenangkan sebuah kompetisi antar atau beradu layang-layang jadi penyebab juga karena durasi panjang mulai bulan Juli sampai dengan sekarang di awal Oktober itu tinggi, khususnya di jam sore sampai dengan jam 07.00 malam.
Menurut Andi, saat itulah banyak sekali kawat layang-layang yang melintas di jaringan SUTM (Saluran Udara Tegang Menengah), ketika kawat itu terkena kawat sirkuit menimbulkan short sehingga timbul pada baik sesaat maupun permanen.
“Bahkan kami pernah menangani 4 sampai 5 jam, karena kawat milik kami putus, ada yang satu kawat putus, ada yang dua kawat yang putus sehingga perlu recovery di lapangan,” paparnya.
Pihaknya pun sudah melakukan upaya dari awal Juli sampai bulan ini dengan menggerakkan tim, baik dari ULP Tasikmalaya kota maupun tim dari ULP terdekat baik seperti Rajapolah, Singaparna, Ciamis juga Karangnunggal.
“Kita buat tim gabungan untuk sosialisasi ke masyarakat titik-titik yang sering dipakai bermain layang-layang, nah di situ kami sedikit melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
PLN ULP Tasikmalaya Kota juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP meminta bantuan untuk dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bila dimungkinkan adalah penegakan Perda peraturan perihal layang-layang.
“Jadi upaya sudah kami lakukan, kemudian kami juga sudah melakukan sosialisasi seperti di media sosial seperti Instagram dan segala macam,” jelasnya.
Andi mewakili pihak PLN menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jalur listrik.
“Jangan bermain layang-layang menggunakan benang yang dimodifikasi atau tidak menggunakan kawat, itu harapan kami,” pintanya.
Di tempat sama Egi Supervisor Teknik menambahkan, bahwa setiap hari pihaknya menemukan kurang lebih tujuh temuan di lapangan terkait permasalahan layang layang yang hinggap di jalur.
“Itu sangat berindikasi terjadinya pemadaman, bahkan menurut catatan di kami, selama 3 bulan terakhir ini ada 30 kali gangguan jaringan listrik akibat layang layang,” pungkas Egi.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan