Listrik Sering Padam, ini Penjelasan PLN ULP Tasikmalaya Kota

Jumat, 6 Oktober 2023 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pemadaman listrik sore hari yang sering terjadi belakangan ini membuat tanda tanya khususnya warga Kota Tasikmalaya.

Menanggapi itu, Andi Junianto Manager PLN ULP Tasikmalaya Kota membenarkan sering terjadinya pemadaman listrik, apalagi dari awal bulan Juli di wilayah Kota Tasikmalaya.

Andi pun menjelaskan penyebab pemadaman listrik tersebut, salah satunya akibat layang layang yang di musim kemarau panjang.

“Pertama-tama saya menyampaikan permintaan maaf, khususnya masyarakat kota Tasikmalaya yang mungkin kalau kami berhitung seringnya listrik padam,” ucap Andi saat ditemui wartawan, Jumat (06/10/2023).

Diakui Andi, ada semacam budaya di Tasikmalaya ketika musim kemarau banyak yang bermain layang layang, walaupun itu bukan penyebab utama.

Namun gangguan adalah kawatnya karena benang layangan banyak dimodifikasi ada yang murni di atasnya itu benang ada yang dicampur dengan logam.

“Nah, logam itu biasanya yang kami dapatkan dari lapangan itu adalah bekas kawat rem sepeda motor, kalau kami telusuri alasan mereka memakai kawat kebanyakan mereka itu untuk membandang (mengait layangan putus diatas, red),” kata Andi.

Selain itu, faktor lain untuk memenangkan sebuah kompetisi antar atau beradu layang-layang jadi penyebab juga karena durasi panjang mulai bulan Juli sampai dengan sekarang di awal Oktober itu tinggi, khususnya di jam sore sampai dengan jam 07.00 malam.

Menurut Andi, saat itulah banyak sekali kawat layang-layang yang melintas di jaringan SUTM (Saluran Udara Tegang Menengah), ketika kawat itu terkena kawat sirkuit menimbulkan short sehingga timbul pada baik sesaat maupun permanen.

“Bahkan kami pernah menangani 4 sampai 5 jam, karena kawat milik kami putus, ada yang satu kawat putus, ada yang dua kawat yang putus sehingga perlu recovery di lapangan,” paparnya.

Pihaknya pun sudah melakukan upaya dari awal Juli sampai bulan ini dengan menggerakkan tim, baik dari ULP Tasikmalaya kota maupun tim dari ULP terdekat baik seperti Rajapolah, Singaparna, Ciamis juga Karangnunggal.

“Kita buat tim gabungan untuk sosialisasi ke masyarakat titik-titik yang sering dipakai bermain layang-layang, nah di situ kami sedikit melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

PLN ULP Tasikmalaya Kota juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP meminta bantuan untuk dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bila dimungkinkan adalah penegakan Perda peraturan perihal layang-layang.

“Jadi upaya sudah kami lakukan, kemudian kami juga sudah melakukan sosialisasi seperti di media sosial seperti Instagram dan segala macam,” jelasnya.

Andi mewakili pihak PLN menghimbau kepada masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jalur listrik.

“Jangan bermain layang-layang menggunakan benang yang dimodifikasi atau tidak menggunakan kawat, itu harapan kami,” pintanya.

Di tempat sama Egi Supervisor Teknik menambahkan, bahwa setiap hari pihaknya menemukan kurang lebih tujuh temuan di lapangan terkait permasalahan layang layang yang hinggap di jalur.

“Itu sangat berindikasi terjadinya pemadaman, bahkan menurut catatan di kami, selama 3 bulan terakhir ini ada 30 kali gangguan jaringan listrik akibat layang layang,” pungkas Egi.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Diduga “Dititipkan” di Anggaran 2025, Proyek Jalan Rp400 Juta di Desa Pangkan Memicu Polemik
Bawa Celurit Saat Beraksi, Polsek Candipuro Ringkus Komplotan Curanmor
Wali Kota Tasikmalaya Diminta Turun Tangan, Penanganan Dugaan Raib Mesin Mobil Dinsos Lamban?
SPK Desak Kejagung Periksa Dugaan Penyimpangan Investasi Telkom ke GoTo
Media Gathering di Jeneponto, Insan Pers dan BPJS Kesehatan Kupas Tantangan Pelayanan JKN
Penanganan Dinilai Lambat, PWRI Desak Polres Tasikmalaya Kota Transparan Soal Laporan Nikah Siri ‘DAM’
Berantas Narkoba dan HP Ilegal, Rutan Pemalang Gelar Razia Gabungan Bersama APH
Kepala Sekolah di Pemalang Keluhkan Jarak Penempatan Tugas, BKPSDM: Itu Sudah Final

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:32 WIB

Diduga “Dititipkan” di Anggaran 2025, Proyek Jalan Rp400 Juta di Desa Pangkan Memicu Polemik

Senin, 25 Mei 2026 - 19:18 WIB

Bawa Celurit Saat Beraksi, Polsek Candipuro Ringkus Komplotan Curanmor

Senin, 25 Mei 2026 - 18:47 WIB

Wali Kota Tasikmalaya Diminta Turun Tangan, Penanganan Dugaan Raib Mesin Mobil Dinsos Lamban?

Senin, 25 Mei 2026 - 18:08 WIB

SPK Desak Kejagung Periksa Dugaan Penyimpangan Investasi Telkom ke GoTo

Senin, 25 Mei 2026 - 15:35 WIB

Media Gathering di Jeneponto, Insan Pers dan BPJS Kesehatan Kupas Tantangan Pelayanan JKN

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bawa Celurit Saat Beraksi, Polsek Candipuro Ringkus Komplotan Curanmor

Senin, 25 Mei 2026 - 19:18 WIB