Isu Macan Terkam 3 Warga di Gunung Papandayan Garut Ternyata Hoaks, Ini Penjelasan Polisi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Polres Garut memastikan informasi yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp terkait adanya seekor macan yang turun gunung dan disebut telah menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, adalah tidak benar (hoaks).

Klarifikasi tersebut disampaikan setelah beredarnya narasi disertai video yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang diklaim sebagai korban serangan macan di Papandayan bukan berasal dari Kabupaten Garut.

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, S.H., menjelaskan bahwa video yang beredar merupakan dokumentasi korban dalam peristiwa ledakan bom mortir di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Sehingga lanjut Ipda Susilo tidak memiliki kaitan dengan isu adanya serangan satwa liar di kawasan Gunung Papandayan. Hal ini juga telah diklarifikasi oleh pengelola kawasan wisata Papandayan.

Polres Garut mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi mengenai adanya macan yang menerkam tiga warga di kawasan Gunung Papandayan adalah hoaks.

“Video yang beredar bukan merupakan kejadian di Garut, melainkan korban dari peristiwa ledakan di wilayah Cipatat, Kabupaten Bandung Barat,” ujar Ipda Adi Susilo saat ditemui awak media. Selasa (14/07/2026)

Kronologi kejadian tersebut yaitu ketiga korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif. Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha membuka proyektil dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak.

Polres Garut mengajak masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum membagikannya kepada orang lain. Penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan informasi yang diduga merupakan hoaks, sehingga dapat dilakukan klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG
Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman
Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh
Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat
Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers
IGORNAS Cup Kota Tasikmalaya Resmi Dibuka, Jaring Bibit Atlet SD
Polisi Ungkap Penyalahgunaan Solar Subsidi 8.400 Liter di Katibung
Polsek Patangkep Tutui Selidiki Temuan Mayat Perempuan Lansia dengan Luka Bakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Bupati Bogor Tinjau Ratusan Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Diduga Keracunan MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Pembangunan Drainase Sukamenak Rampung Sesuai Spesifikasi, Warga Sambut Lingkungan Lebih Nyaman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Kejutan Hari Sumpah Pemuda di Tasikmalaya, Ratusan Mahasiswa Demo, Gerbang DPRD Roboh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Semarak Mangkubumi Fest 2026: Sambut HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Lewat Jalan Santai Bersedekah dan Sholawat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Ketum SWI Resmi Buka UKW Zona Kalsel: Cetak Jurnalis Kompeten Sesuai Standar Dewan Pers

Berita Terbaru