TASIKMALAYA, MNP – Kampung Situbeet, RW 08, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, bersiap menjadi pusat perhatian.
Pada 25 Juli 2026 mendatang, kampung ini akan bertransformasi menjadi pusat perhelatan budaya melalui gelaran Kibar Budaya 2026.
Acara bergengsi ini diinisiasi langsung oleh Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun ini, Kibar Budaya mengusung tema yang sarat akan makna mendalam: “Nganyam Asah, Asih, Asuh, Nyawang Situbeet Mangsa Katukang”.
Tema ini bukan sekadar pemanis kata, melainkan sebuah refleksi filosofis untuk merawat nilai-nilai warisan leluhur.
Melalui filosofi Asah, Asih, dan Asuh, masyarakat diajak untuk saling menguatkan lewat ilmu, kasih sayang, dan kepedulian.
Sementara penggalan kalimat “nyawang Situbeet mangsa katukang” menjadi undangan terbuka bagi warga untuk menengok kembali sejarah, menggali jati diri kampung, serta membanggakan kekayaan tradisi lokal yang ada.
Ketua RW 08 Situbeet, Dian Herdiana, menyerukan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu menyukseskan acara ini.
Bagi Dian, Kibar Budaya bukan sekadar panggung hiburan, melainkan ruang kolektif untuk mempererat ikatan sosial.
“Mudah-mudahan melalui Kibar Budaya 2026 ini dapat mempererat tali silaturahmi masyarakat Kampung Situbeet khususnya, dan masyarakat Kota Tasikmalaya pada umumnya. Ini adalah milik kita bersama yang harus dijaga dan didukung,” ungkap Dian penuh optimisme.
Semangat yang sama juga digelorakan oleh Ketua Karang Taruna RW 08 Situbeet, Topik Akbar Nugraha.
Ia menekankan pentingnya peran aktif generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri, melainkan menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya daerah.
Menurut pemaparan Topik, Kibar Budaya 2026 akan memanjakan mata pengunjung dengan beragam pertunjukan seni tradisional Sunda yang memukau.
Beberapa agenda menarik yang siap disuguhkan antara lain Pementasan Tari Tradisional Sunda yang gemulai dan dinamis. Pertunjukan Musik Khas Sunda yang menghanyutkan dan Pagelaran Wayang Glek, ikon budaya Jawa Barat yang selalu dinanti.
Tidak hanya seni pertunjukan, perhelatan ini juga akan memamerkan produk unggulan lokal.
Pengunjung dapat melihat langsung berbagai hasil kerajinan anyaman khas Kampung Situbeet—sebuah keterampilan bernilai seni tinggi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para perajin setempat.
Selain menjadi benteng pertahanan kearifan lokal, Kibar Budaya 2026 diproyeksikan mampu mendongkrak sektor pariwisata dan menggerakkan roda perekonomian warga melalui promosi produk kerajinan daerah.
Event ini menjadi pengingat penting bahwa kemajuan sebuah daerah tidak melulu diukur dari pembangunan fisik semata, melainkan dari sejauh mana masyarakatnya mampu menjaga identitas budaya mereka.
Dengan modal semangat gotong royong yang kuat, Kibar Budaya 2026 diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk mencintai tradisi mereka.
Selain itu, sekaligus mengukuhkan nama Kampung Situbeet sebagai destinasi wisata budaya yang diperhitungkan di tingkat Kota Tasikmalaya, hingga menembus kancah nasional.
![]()
Penulis : Arrie Heryadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan