Tasikmalaya, MNP – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-80, para pecinta burung menggelar LATBER Spesial Kemerdekaan atau latihan bersama gantang malam di Lapangan Pasar Burung Kota Tasikmalaya.
Selain sebagai ajang unjuk kualitas suara burung, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antar komunitas kicau mania, Jumat malam (15/08/2025).
Yadi, pecinta burung lovebird asal Cilembang, mengaku ikut lomba karena permintaan bosnya, H. Degun, yang menurunkan burung kesayangan bernama Si Wakwaw.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meskipun kalah poin karena over birahi, yang penting silaturahmi tetap terjaga. Namanya juga iseng-iseng sambil buang birahi burung,” ujarnya.
Sementara itu, Aspa atau akrab disapa Bayawak, sukses membawa pulang juara pertama lewat burungnya bernama Meta.
“Alhamdulillah, jauh-jauh dari Galunggung akhirnya bisa membuahkan hasil,” ungkapnya penuh syukur.
Di posisi kedua, Romlah, burung milik Pak Edi warga Situ Gede, sempat bersaing ketat hingga menit-menit terakhir.
“Seandainya saja Romlah tidak nempel ke jeruji, mungkin bisa juara satu. Tapi gak apa-apa, mungkin belum rezekinya malam ini,” ucapnya.
Mas Bakling, pecinta lovebird sejati asal Nangela, Mangkubumi, berharap event semacam ini bisa lebih sering digelar.
Dirinya berharap senior-senior pecinta lovebird, baik komunitas maupun peternak, bisa kembali ikut meramaikan dunia perkicauan di Tasikmalaya.
“LATBER ini rutin diadakan tiap Selasa malam dan Sabtu malam di Pasar Burung Tasikmalaya,” katanya.
Kemudian Yadi sebagai joki Si Wakwaw menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap geliat hobi kicau mania.
Menurutnya, pasar burung ini sebenarnya bisa produktif, tapi kurang dukungan. Kalau pemerintah kota mendukung, kegiatan seperti ini bisa jadi sektor ekonomi sendiri.
“Bayangkan kalau ada event nasional minimal sebulan sekali, pasti akan mendongkrak perekonomian pedagang kios di Pasar Burung Tasikmalaya,” tegasnya.
![]()
Penulis : Dk
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan