BARITO TIMUR, MNP – Kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, belakangan menuai sorotan sejumlah orang tua siswa.
Keluhan tersebut salah satunya diunggah oleh aku Facebook @Arhiyhani Iru NgaranNi dengan caption. *Telur rebus salah satu bagian dari MBG yg didapat anak q hari ini, 26/02/2026..dari 3 btr telur.. ehhh 2 btir nya BASI 🙈… artinya anda kurang beruntung mun kliru jdul ni😅😅 sykurleh msih naan 1 sa maeh ni😇*
Menanggapi perihal tersebut Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Barito Timur, Desriantomi yang dihubungi media ini via WhatsApp, mengatakan. Pihaknya sudah memantau dan menerima informasi yang ramai di media sosial tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu ada laporan masuk, tim kami langsung bergerak hari itu juga. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada laporan yang diabaikan,”ujarnya.
Desriantomi, juga mengatakan, pihak SPPG juga sudah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah, jika ditemukan makanan yang kurang layak, segera laporkan agar bisa langsung diganti pada pengiriman berikutnya.
Sebagai bukti tanggung jawab, telur yang dikeluhkan kemarin pada tanggal 23 Februari sudah kami ganti dan salurkan kembali pada tanggal 26 Februari 2026.
Dirinya menegaskan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara rutin.
“Kami sangat berterima kasih atas masukan dari orang tua dan siswa. Bagi kami, keluhan tersebut adalah bentuk bantuan pengawasan dari masyarakat agar kualitas makanan (MBG) di Barito Timur tetap terjaga dan makin baik ke depannya,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskan Korwil bekerja berdasarkan mekanisme yang ketat. Apabila dalam proses distribusi ditemukan item yang dinilai kurang layak atau terjadi kekurangan, pihak SPPG berkomitmen penuh untuk melakukan penggantian secara proporsional, baik pada saat itu juga maupun pada distribusi berikutnya.
“Ini dilakukan demi memastikan hak penerima manfaat tetap terpenuhi secara utuh. Terkait aspek administratif dan operasional Satpel, kami terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Adi Suseno
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan