Tasikmalaya, MNP – Suara musik mengalun indah dari atrium Mayasari Plaza, Sabtu (9/8/2025) siang. Ratusan pengunjung pusat perbelanjaan berhenti sejenak, menatap panggung yang didekorasi manis dengan nuansa hitam-emas.
Di atas panggung, siswa-siswi LKP LPS Simphony Music School Tasikmalaya tampil penuh percaya diri dalam gelaran Home Concert Music 2025 bertema “Bersama dalam Nada, Bermain dalam Irama”.
Acara dibuka resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya musik sebagai bagian dari pendidikan karakter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui musik, kita bisa membangun generasi yang kreatif, berkarakter, dan berprestasi,” kata Tedi.
“Tasikmalaya punya sejarah panjang di dunia musik. Banyak musisi nasional yang lahir dari sini. Kita harus menjaga dan mengembangkan potensi itu,” tambahnya.
Suasana panggung semakin hidup saat para siswa membawakan nomor pembuka dengan aransemen orkestra. Penampilan mereka disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Beberapa orang tua tampak merekam dengan ponsel, bangga melihat putra-putri mereka tampil.
Direktur LKP LPS Simphony Music School, Eva Revina, mengaku bangga melihat keberanian para siswa. Menurutnya, konser ini adalah bagian dari proses belajar yang tak bisa digantikan latihan di ruang kelas.
“Kami ingin mereka belajar tampil di depan publik, mengatasi gugup, dan membagikan rasa cinta pada musik. Ajang ini juga untuk memperlihatkan bahwa bakat-bakat musik di Tasikmalaya layak mendapat perhatian,” kata Eva.
Selain para siswa, hadir pula anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDIP, Kepler Sianturi. Ia memuji inisiatif sekolah musik ini dalam menggelar konser rutin.
“Tasikmalaya punya potensi besar di bidang seni, termasuk musik. Kegiatan seperti ini perlu dukungan semua pihak. Bukan hanya untuk hiburan, tapi juga pembinaan talenta muda,” ujar Kepler.
Konser berdurasi lebih dari dua jam ini menyuguhkan variasi penampilan, mulai dari solo vokal, duet, ansambel, hingga orkestra mini.
Ada siswa yang membawakan lagu pop dengan penuh penghayatan, ada pula yang memukau dengan permainan piano klasik. Penampilan orkestra penutup membuat suasana semakin dramatis dan meninggalkan kesan mendalam.
Pengunjung Mayasari Plaza pun mengaku terhibur. Salah satu penonton, Rani (34), mengaku tak sengaja menyaksikan konser ini saat berbelanja.
“Tadi mau ke toko baju, eh malah terpaku nonton. Hebat-hebat anak-anaknya, apalagi yang main biola, bikin merinding,” ujarnya sambil tersenyum.
Tak hanya sekadar hiburan, konser ini juga menjadi wadah untuk membangun rasa percaya diri, kerja sama tim, dan kedisiplinan para siswa. Semua proses dari latihan hingga pementasan melibatkan guru, orang tua, dan pihak sekolah.
Dengan suksesnya Home Concert Music 2025, LKP LPS Simphony Music School berharap dapat terus menyelenggarakan pertunjukan serupa di masa depan.
Eva menutup dengan pesan singkat: “Selama masih ada nada, kita akan terus bermain dalam irama.
![]()
Penulis : SN
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan