Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting, melalui program Investing in Nutrition and Early Years (INEY).
Program ini berfokus pada sasaran balita umur 6-23 bulan, ibu hamil, remaja putri, tenaga kesehatan, puskesmas dan kader posyandu.
Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya sebagai Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kemenkes yang memiliki kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya yaitu pengabdian kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Poltekkes berperan dalam memastikan keberhasilan program intevensi spesifik dengan cara pendampingan di lokus pendampingan, yaitu seluruh puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di Puskesmas Singaparna dan Puskesmas Sukaratu.
Target pendampingan yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya pada tahun 2025 adalah meningkatnya cakupan dan kualitas intervensi kesehatan dan gizi di kabupaten/ kota yang didampingi.
Capaian tersebut diukur melalui 18 indikator utama yang telah ditetapkan sesuai petunjuk teknis (juknis).
Kegiatan pendampingan diawali dengan analisis situasi yang dilakukan secara daring maupun luring untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi wilayah, permasalahan kesehatan, serta gambaran awal pelayanan kesehatan, pelayanan gizi dan imunisasi, termasuk potensi dan inovasi yang dapat dikembangkan sebagai dasar penyusunan rekomendasi tindak lanjut pada kegiatan asistensi.
Kegiatan analisis situasi diawali dengan sambutan sekaligus penjelasan maksud tujuan Program INEY dari Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dr. Asep Kuswandi, S.Kep, Ners, M.Kep, Sp.KMB kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, PJ Promkes, PJ Gizi KIA, PJ Imunisasi, Camat Sukaratu, Sekmat Singaparna, Kepala Puskesmas Sukaratu, Kepala Puskesmas Singaparna, Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Sukaratu, dan Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Singaparna.

Poltekkes bersama Dinkes melaksanakan kegiatan advokasi lintas sektor pada tanggal 30 Juli 2025. Kegiatan ini melibatkan Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, TPPS, OPD terkait (TP PKK, Bappelitbangda Dinas Sosial PPKBP3A, Dinas Pendidikan, KCD Pendidikan, Kementerian Agama, DPM Desa, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dishubkominfo, Kecamatan, Puskesmas, RSUD Kyai Haji Zainal Musthafa, RSUD Tani dan Nelayan Tasikmalaya, STIKES Respati, IBI, IDI, Persagi, Nutrition Indonesia Perwakilan Jawa Barat, UNICEF Indonesia, PD Aisyiah, dan Mitra Citra Remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia).
Kegiatan advokasi ini bertujuan memperkuat dan mendorong koordinasi terutama menyelaraskan kegiatan dan sumber daya yang ada untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bapak Wakil Bupati Tasikmalaya sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P.
Pada kegiatan tersebut disampaikan paparan oleh dr. Julina, MM sebagai Ketua Tim Kerja Percepatan Penurunan Stunting Kemenkes RI.
Kegiatan juga diisi dengan pemaparan hasil diskusi analisis situasi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya (Yanti Cahyati, S.Kep, Ners, M.Kep.) dan pemaparan intervensi spesifik penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Tasikmalaya Semester I tahun 2025 oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya (dr. H. Heru Suharto, M.MKes).
Selanjutnya dilakukan kesepakatan komitmen bersama oleh masing-masing perwakilan lintas sektor dalam rangka integrasi intervensi penurunan stunting.

Kegiatan pendampingan ini dimulai pada bulan Juni hingga Desember 2025 oleh Tim Penanggungjawab Iney Kabupaten Tasikmalaya, yaitu irma Nuraeni, MPH, Ir Ir Khairiyah Prapahlawanti, SST, M.Keb, dan Novi Indriani, SST, M.Tr.Kep.
Kegiatan pendampingan meliputi asistensi pemantauan pertumbuhan, asistensi pemberian makanan tambahan lokal (MT lokal) sesuai standar, pemantauan pemberian MP-ASI, dan PMT Penyuluhan pelacakan sasaran imunisasi dan edukasi, asistensi pemberian Tablet Tambah Darah (TTD)/ MMS bagi ibu hamil, peningkatan jangkauan pemeriksaan K6 ANC, asistensi peningkatan kualitas kader, serta asistensi pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri serta pencatatan dan pelaporannya secara manual maupun aplikasi (Aplikasi Sigizi Kesga, Aplikasi Microsite, Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) atau aplikasi yang dimiliki Kabupaten/Kota).
Poltekkes juga mengintegrasikan pelaksanaan pendampingan dengan kegiatan belajar mengajar mahasiswa Prodi DIII Gizi Tasikmalaya pada mata kuliah Perencanaan Program Gizi dan hilirisasi beberapa hasil penelitian dosen dan mahasiswa yang relevan.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkesinambungan Program INEY Fase 2 di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi kehidupan anak-anak sejak usia dini.
Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama yang dimulai dari keluarga, lingkungan, hingga tingkat kebijakan.
Dengan komitmen dan kepedulian semua pihak, Tasikmalaya dapat menyiapkan generasi masa depan yang tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
![]()
Penulis : Irma Nuraeni MPH









Tinggalkan Balasan