TASIKMALAYA, MNP — Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan Lingkar Dadaha kembali digelar pada Senin, 13 April 2026, dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Selasa (14/42026).
Dalam persidangan tersebut, JPU menyampaikan bahwa ketiga terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana.
Sebagaimana dakwaan pertama primair, yakni melakukan kekerasan secara terang-terangan di muka umum yang mengakibatkan luka berat, sebagaimana diatur dalam Pasal 262 ayat (3) KUHP Tahun 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, JPU menuntut agar para terdakwa dibebaskan dari dakwaan primair tersebut.
Namun demikian, dalam dakwaan subsider, JPU menyatakan bahwa ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang mengakibatkan luka, sebagaimana diatur dalam Pasal 262 ayat (2) KUHP Tahun 2023.
Atas dasar itu, JPU menuntut agar masing-masing terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 5 bulan, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, serta menetapkan agar para terdakwa tetap berada dalam tahanan.
Sehubungan dengan adanya pemberitaan sebelumnya, ditegaskan bahwa tidak benar JPU menuntut bebas para terdakwa secara keseluruhan.
Pemberitaan tersebut dinilai keliru dalam memahami isi tuntutan, karena pada kenyataannya JPU tetap mengajukan tuntutan pidana dalam dakwaan subsider.
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak keluarga, kerabat, serta tim kuasa hukum para terdakwa berharap agar Ketua Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini dapat memberikan putusan secara objektif, berdasarkan fakta-fakta persidangan serta keterangan para saksi yang meringankan.
Mereka juga menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan para terdakwa pada dasarnya dilatarbelakangi oleh upaya pembelaan terhadap martabat orang tua, yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam putusan akhir majelis hakim.
Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari pihak terdakwa pada waktu yang akan ditentukan kemudian.
![]()
Penulis : DHS
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan