KKB Tewaskan Ustadz & Pendeta, Polisi Beberkan Kronologi Pembantaian 10 Orang, Bermula di Warung Sembako

Senin, 18 Juli 2022 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Jakarta – Seorang ustadz asal Sulsel dan seorang pendeta yang melerai penembakan, menjadi korban dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. Kejadian tragis ini bermula dari warung sembako.

Peristiwa penembakan atau pembantaian ini berawal saat seorang anggota KKB memasuki kios atau warung sembako milik salah seorang warga berinisial H Sabtu (16/7) di Nduga.

Sambil membawa pisau, anggota KKB itu memerintahkan semua orang dalam kios itu keluar ke depan kios.

“(Anggota KKB) menyuruh orang di dalam Kios untuk keluar disertai dengan menghambur barang kios,” kata Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz AKBP Arif Irawan, Sabtu (16/7/2022).

Beberapa saat kemudian, sekitar 20 orang anggota KKB lainnya juga tiba di lokasi. Polisi menduga pelaku penyerangan berjumlah 21 orang.

Sebagian besar dari mereka atau sekitar 15 orang membawa senjata api laras panjang.

Para kriminil ini kemudian meneriaki semua laki-laki yang ada di dalam kios untuk keluar. Saat itu, ada lima laki-laki dan dua perempuan keluar dari dalam kios.

Mereka lantas menyuruh dua perempuan itu masuk kembali ke dalam kios. Sementara lima pria tadi dibantai dan ditembak hingga tewas.

“Selanjutnya 5 orang laki-laki tersebut dipukul dan ditembak mati,” katanya.

Belum diketahui pasti, 5 orang lainnya berasal dari mana. Apakah karena warga lain ini ingin melerai pembantaian yang terjadi.

Namun secara jelasnya, pendeta yang menjadi korban pembantaian tersebut karena berusaha melerai penembakan atau pembantian yang sedang terjadi.

Aparat gabungan TNI Polri yang menerima laporan penembakan itu langsung turun tangan ke lokasi.

Hingga akhirnya ditemukan ada 10 orang korban meninggal dunia di lokasi, dan dua orang lainnya luka-luka.

“10 meninggal dunia salah satunya seorang pendeta,” ujar AKBP Arif Irawan.

AKBP Arif mengatakan jenazah pendeta itu sudah diserahkan ke pihak keluarganya. Sementara sembilan jenazah lainnya yang berasal dari luar Papua dievakuasi ke Bandara Moses Kilangin, Mimika, Papua.

“Pendeta Eliaser diserahkan ke keluarganya di Kenyam untuk dimakamkan,” katanya.

Selain pendeta, seorang ustaz menjadi korban KKB. Ustaz yang menjadi korban adalah Ustaz Daeng Marannu.

Dia merupakan seorang dai yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua.

Ustaz Daeng Marannu berasal dari Sulsel dan terakhir melakukan dakwah saat khotbah Idul Adha pada Minggu (10/7/2022) di Masjid Kenyam Nduga. (Net).

Loading

Berita Terkait

Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai
Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid
Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?
Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur
Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?
Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C
Ditinggal Bakar Sampah, Lahan Milik Wakil Bupati Pemalang Hangus Terbakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:44 WIB

Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:14 WIB

Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:52 WIB

Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WIB

Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?

Berita Terbaru