Barito Timur, MNP – Sejumlah pimpinan Ormas yang tergabung dalam Forum Ormas Barito Timur, kompak dengan tegas menolak perpanjangan masa jabatan Indra Gunawan sebagai penjabat Bupati Barito Timur.
Sebagai bentuk penolakan dari forum ormas gabungan Barito Timur, pihaknya telah menyerahkan surat penolakan ke Kantor DPD RI, Kantor DPRD, Kantor Gubernur dan Sekretariat DAD Kalimantan Tengah, Senin (19/08/2024).
Harisatriano, Ketua Gerdayak Barito Timur menerangkan, Forum Ormas Barito Timur bersama masyarakat adat Dayak datang ke Palangka Raya untuk menyampaikan surat penolakan karena keprihatinan atas kondisi yang terjadi di Barito Timur saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuannya lanjut Harisatriano, agar Indra Gunawan tidak diperpanjang masa jabatannya sebagai Pj Bupati Barito Timur serta menuntut agar Pj Bupati Barito Timur yang baru merupakan putra daerah.
“Karena yang mengetahui dan memahami kearifan budaya lokal dan tata krama serta tidak bersikap semena-mena dan aji mumpung saat diberikan amanah mengelola APBD Barito Timur,” ungkapnya.
Menurut Harisatriano, sejak pemerintah pusat menunjuk Indra Gunawan sebagai Pj Bupati Barito Timur pada September 2023, masyarakat Barito Timur berharap bahwa kehadirannya sebagai orang utusan pemerintah pusat akan memberikan dampak positif bagi kemajuan Barito Timur.
Namun, seiring berjalannya waktu atau satu tahun berselang, apa yang diharapkan masyarakat Barito Timur tidak terakomodir.
“Misalkan tidak adanya peningkatan anggaran dari pemerintah pusat yang signifikan serta banyaknya infrastruktur jalan yang rusak tidak diperbaiki,” terangnya.
Harisatriano juga menyebut tidak ada prestasi Indra Gunawan yang membanggakan masyarakat Barito Timur. Justru banyak rencana kerja (Renja) yang telah disusun berdasarkan skala prioritas diubah begitu saja.
“Pj Bupati Barito Timur ini melaksanakan segala kegiatannya itu dengan ‘semau gue’, istilah kami kasarnya misalnya dalam hal
anggaran beliau seenaknya merubah Renja yang sudah direncanakan oleh Bupati terdahulu,” bebernya.
Dia mencontohkan, untuk renovasi kantor bupati yang sebelumnya dianggarkan sekitar Rp1 miliar, diubah menjadi hampir Rp8 miliar sehingga program prioritas lainnya yang sudah masuk dalam Renja tidak terlaksana.
“Hal-hal seperti itu yang kami pertanyakan, kenapa beliau mengotak-atik anggaran dengan memotong memangkas kegiatan-kegiatan yang lain,” lanjut Harisatriano.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Forum Ormas Barito Timur sepakat menyurati Gubernur Kalteng dan Kemendagri dengan tembusan kepada DPRD Barito Timur untuk menolak perpanjangan jabatan Indra Gunawan sebagai Pj Bupati Timur yang akan segera berakhir.
“Kami meminta supaya itu tidak
diterbitkan surat perpanjangan masa jabatan Indra Gunawan sebagai Pj Bupati Barito Timur dan meminta supaya diganti, kalau memang bisa kami menginginkan putra daerah yang memang memahami struktur sosial budaya, kultur kita di Barito Timur,” tandas Harisatriano.
Sementara itu, Ketua Pemuda GMTPS Barito Timur Kopriusa P Mitel, menambahkan, selain berasal dari berbagai ormas, tim yang datang ke Palangka Raya untuk menyampaikan surat penolakan juga merupakan perwakilan dari 10 kecamatan di Barito Timur.
“Kehadiran kami dari 10 kecamatan di Barito Timur menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Indra Gunawan sebagai Pj Bupati Barito Timur tidak sesuai dengan harapan kami masyarakat Barito Timur,” tegasnya.
Kopriusa menambahkan, ibarat sekolah Indra Gunawan sebagai Pj Bupati Barito Timur merah atau jauh dari harapan untuk membawa Barito Timur menjadi lebih baik.
“Oleh sebab itu kami menuntut Indra Gunawan tidak diperpanjang masa jabatannya, serta menunjuk Pj Bupati Barito Timur yang baru dari putra daerah yang memahami struktur sosial budaya dan kultur kita di Barito Timur,” tambahnya.
Direncanakan Forum Ormas Barito Timur akan bertolak ke Jakarta pada hari berikutnya untuk menyerahkan surat penolakan yang sama ke Kantor Kemendagri dan Sekretariat Kabinet.
![]()
Penulis : Adi Suseno/Yulius Yartono
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan