Pakpak Bharat, MNP – Alfred Padang selaku Ketua Forum Kepala Desa (FKKD) se – Pakpak Bharat menjelaskan adanya surat konfirmasi tertulis yang dilayangkan beberapa gabungan media pada Selasa 13 Juni Juli 2024 pasca para kades mengikuti bimtek.
Dalam keterangannya kepada awak media MNP, Alfred Padang menyebut kegiatan bimtek para kepala desa yang sudah dilaksanakan dua kali.
“Bimtek pertama selama 3 hari ke Medan diantaranya pada tanggal 20, 21 dan 20 Mei 2024. Sedangkan bimtek kedua kembali digelar di sebuah hotel di Medan selama 3 hari pada tanggal 10, 11, 12 Juni 2024,” jelas Alfred Padang, Selasa (25/06/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pria yang menjabat Kepala Desa Siempat Rube 2 ini menjelaskan, sesuai regulasi dan hasil rapat desa sebelumya, bahwa kegiatan bimtek itu memang benar dan itu tergantung desa masing masing dalam penganggarannya.
Pasalnya terang dia, dari 52 Desa yang ada di kabupaten Pakpak Bharat tidak semua desa jumlah pesertanya sama.
“Ada yang dalam penganggarannya hanya 3 orang yang di bimtek, ada 2, ada 4 orang dan bahkan ada desa yang tidak ada ikut bimtek,” ujar kades tanpa menjelaskan desa mana saja yang tidak ikut Bimtek.
Dikatakan Alfred Padang, bahwa terkait sumber dana yang digunakan selama kegiatan Bimtek dimaksud dibebankan dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2024.
“Itu sudah melalui proses rapat dan musyawarah desa sebelum tahun anggarannya berlangsung,” bebernya.
Terkait pertanyaan masih banyak desa yang belum memasang papan informasi, Alfred Padang menilai, kemungkinan kemarin masih tahap di percetakan atau sedang di perbaiki untuk dipasang.
“Namun sesuai yang saya tahu saat ini semua desa sudah memasang papan informasi terkait penjabaran pos dan besaran anggaran setiap kegiatan yang ada di setiap Desa,” jelasnya.

Disinggung soal manfaat kegiatan bimtek yang menelan biaya dari dana desa, menurut Alfred Padang agar kepala desa selaku pemangku kebijakan pemerintahan bisa memahami terkait tugas fungsi dan kewenangan serta tata cara pengunaan anggaran.
“Ya, agar dapat dikelola dengan baik bagi para aparatur desa, termasuk kades. Jadi kalau soal manfaat sangat bermanfaat sekali,” imbuhnya.
Sementara, ketika ditanya besaran anggaran bimtek setiap desa apakah dibebankan secara hitungan setiap orang dari jumlah peserta atau dari pos anggaran yang sudah ditetapkan setiap desa Alfred belum dapat menjelaskan secara rinci.
Adapun, hasil Bimtek sendiri, Alfred Padang mengaku para kepala desa banyak mendapatkan ilmu dan pelajaran yang berharga.
“Nantinya dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal dan efektif bagi kepentingan masyarakat,” pungkas Alfred Padang.
Dirinya meminta maaf karena terlambat menjawab dan hanya melalui lisan menanggapi surat konfirmasi dari rekan rekan media kemarin.
“Kami mohon maaf, kiranya kedepan kita bersama para insan pers yang ada dapat berkolaborasi saling memberi masukan dan ide agar kami selaku unsur Pemerintah Desa dapat semakin memberikan penjelasan dan efek yang baik bagi masyarakat,” ucapnya.
“Dan semua program kegiatan desa juga semakin dapat terpublikasi di masyarakat dengan berita berita yang berimbang dan terpercaya,” tutup Alfred Padang.
![]()
Penulis : Benny S
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan