Tanggamus, MNP – Isu miring menerpa SDN 1 Maja Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus terkait pembelanjaan barang operasional sekolah.
Sang Kepala Sekolah, Srimaladewi S.Pd diduga kuat sudah melakukan tindak korupsi Dana BOS Tahun Anggaran 2022/2023.
Salah seorang sumber mengatakan, salah satu praktek korupsi salah satunya tentang pembelanjaan barang sekolah berupa satu unit proyektor dan tiga buah kipas angin untuk kebutuhan SDN 1 Maja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasalnya barang barang yang dibeli mengunakan dana BOS SDN1 Maja sudah hampir satu tahun tidak ada di sekolah sampai saat ini,” jelas sumber yang enggan disebutkan namanya ini, Rabu (25/10/2023).
Saat diwawancarai awak media Srimaladewi S.Pd selaku Kepala sekolah SDN 1 Pekon Maja terkait penggunaan Dana BOS membenarkan jika barang yang dipesan belum ada di sekolahnya.
“Nanti saya adakan barangnya, memang sudah saya pesan kok barangnya, tapi sekarang barangnya belum ada di toko tempat saya pesan, tapi pasti saya adakan,” kata Srimaladewi.
“Bukannya tidak dibelanjakan tapi memang barangnya belum ada, gini aja lho yang sudah meriksa kami ini Dinas Pendidikan dan Inspektorat, sejauh ini tidak ada masalah dan kendala,” dalih Kepsek.
Wartawan pun membahas lebih lanjut terkait sudah adanya pemeriksaan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Inspektorat terkait masalah penggelapan dana/tertundanya pembelanjaan.
Pasalnya, barang proyektor dan kipas angin yang dipesan dengan sudah cukup lama semenjak cairnya Dana Bos Tahap kedua dari Bulan Agustus Tahun 2022 sampai sekarang bulan Oktober Tahun 2023.
“Mereka (Dinas Pendidikan dan Dinas Inspektorat, red) waktu datang kesini belum ada proyektor tuh,” ujarnya sebab nada enteng.
Namun, ketika wartawan hendak berpamitan pulang karena tugas wawancara terkait penggelapan Dana BOS, Sangka Kepala Sekolah kembali mengulang perkataan.
“Gini aja bang, masalah proyektor dan 3 unit Kipas Angin itu positif saya adakan dalam bulan ini, pasti saya adakan, kalau tidak saya adakan, baru saya menyalahi dan saya minta tolong jangan dulu diberitakan, demi menjaga nama baik sekolah,” tandas Srimaladewi. Bersambung.
![]()
Penulis : Mirhan Samsi/Tim
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan