Dua Tahun Murid Tak Terima Dana PIP? Diduga Ulah Oknum Pejabat SMKN 1 Tambang

Sabtu, 25 Februari 2023 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kempar Riau, MNP – Sejumlah bantuan digelontorkan pemerintahan pusat untuk dunia pendidikan, salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP) tiap jenjang sekolah untuk membantu biaya personal pendidikan peserta didik.

Namun, kerap saja dilapangan terjadi praktek patgulipat yang dilakukan oleh oknum di sekolah untuk memperkaya kantong pribadinya menjadikan program pemerintah sebagai aji mumpung memakan uang haram yang bukan haknya dengan menyunat dana bantuan.

Dugaan tersebut terjadi di SMKN 1 Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Pasalnya, salah seorang sumber dari siswa/siswi tersebut mengaku ada yang sudah dua tahun tidak menerima bantuan PIP, padahal wali kelasnya memberi tahu siapa yang mendapatkan bantuan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sumber mengatakan, nama dirinya termasuk yang mendapatkan bantuan PIP tersebut, saat setelah dicek di Bank BNI dana bantuan PIP sudah dicairkan semua oleh pihak SMKN 1 Tambang.

“Iya, nama saya tercantum penerima bantuan PIP, tapi sudah dua tahun tidak menerima dana tersebut, di cek ke Bank BNI katanya sudah cair, dan memberi tahu bahwa buku tabungan milik saya sudah nol,” ucap sumber yang enggan namanya disebutkan, Jumat (24/02/2023).

Sumber dari siswa lain mengatakan, setiap penerima bantuan PIP di SMKN 1 Tambang dikenai potongan Rp 100 ribu dengan dalih untuk admistrasi dan pengurusan.

Ketika awak media MNP mencoba mengkonfirmasi Wakil Kepala SMKN 1 Tambang ilko melalui pesan WhatsApp membantah tudingan tersebut.

Terkait siswa yang tidak menerima dana PIP itu bukan tidak disalurkan, namun ada hambatan.

“Kalau masalah itu keterlambatan kami pihak sekolah mendapatkan informasi PIP, jadi dana PIP anak anak tidak bisa kami proses,” ujar ilko.

Wakasek pun menjawab tentang isu pemotongan dana PIP.

“Itu tidak benar, tidak ada pemotongan 100 bang, kalau pun ada pemotongan hanya untuk membayar kewajiban anak anak di sekolah, dan itu tidak semua anak. Hanya anak anak yang punya kewajiban saja, yang jelas info ini yang abang terima itu tidak benar,” tandas ilko, (tim)

Loading

Berita Terkait

GEGER BAZNAS ENREKANG: Dalih ‘Bukan Uang Negara’ Dibongkar LBH Ansor! Logika Sesat, Amanah Zakat Lebih Suci dari APBN
Ratusan Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya dan Karnaval Berkuda di Garut
Ribuan Warga Bogor Barat Menagih Utang Gubernur Jabar, di Hadapan PemKab Bogor
Kunjungi Koramil Manonjaya, Dandim 0612/Tasikmalaya: Hidup Tenang Itu Tanpa Hutang
Dr. Aspa Muji Resmi Menjabat Pj Sekda, Pemkab Jeneponto Perkuat Kinerja Birokrasi
Dukung Ketahanan Pangan, Polres Garut Serap 18 Ton Jagung ke Gudang Bulog
Akselerasi Integrasi Berlanjut, Cipinang Dorong Solusi Komprehensif Overcrowding
Pastikan Ketersediaan Stok Darah Nasional, Dindikpora Pemalang Gelar Aksi Donor Darah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:44 WIB

GEGER BAZNAS ENREKANG: Dalih ‘Bukan Uang Negara’ Dibongkar LBH Ansor! Logika Sesat, Amanah Zakat Lebih Suci dari APBN

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:31 WIB

Ratusan Personel Gabungan Amankan Kirab Budaya dan Karnaval Berkuda di Garut

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:27 WIB

Ribuan Warga Bogor Barat Menagih Utang Gubernur Jabar, di Hadapan PemKab Bogor

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:00 WIB

Kunjungi Koramil Manonjaya, Dandim 0612/Tasikmalaya: Hidup Tenang Itu Tanpa Hutang

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:48 WIB

Dr. Aspa Muji Resmi Menjabat Pj Sekda, Pemkab Jeneponto Perkuat Kinerja Birokrasi

Berita Terbaru