Gejolak Massa GSP dan Sortagiri, Tuntut Tapal Batas dan Proses Hukum Penghina Suku Pakpak

Jumat, 21 November 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakpak Bharat, MNP – Aksi unjuk rasa besar yang dimotori oleh Gerakan Suku Pakpak (GSP) bersama Sortagari menyita perhatian publik Pakpak Bharat pada Kamis (20/11/2025).

Massa bergerak mendatangi tiga pusat pemerintahan—Kantor DPRD, Kantor Bupati, dan Markas Polres—untuk menyuarakan sejumlah tuntutan krusial, terutama terkait keutuhan wilayah administrasi dan perlindungan harkat martabat suku.

Aksi yang berlangsung hampir tujuh jam itu berjalan kondusif di bawah pengamanan ketat aparat gabungan yang dipimpin oleh Wakapolres Pakpak Bharat, Kompol Donris E. Pasaribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kantor DPRD, massa GSP diterima langsung oleh Ketua DPRD Elson Angkat bersama 15 anggota dewan lainnya.

Tuntutan utama yang disampaikan adalah terkait perlunya tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten untuk segera memasang Gapura dan Pilar Tapal Batas antara Pakpak Bharat dan Dairi di lokasi Banuharhar, yang diklaim oleh pihak lain sebagai tanah ulayat.

Massa secara spesifik mendesak agar DPRD segera turun ke lokasi perbatasan di Desa Kuta Jungak (Banuharhar) dan memanggil Bupati Pakpak Bharat untuk mendorong pemasangan tapal batas dalam waktu 2×24 jam.

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Elson Angkat memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti dan mendorong Pemerintah Kabupaten untuk memasang gapura tapal batas demi melindungi keutuhan wilayah administrasi Pakpak Bharat.

Setelah dari Kantor Bupati, massa bergerak menuju Polres Pakpak Bharat. Di sini, tuntutan berfokus pada ranah hukum yaitu desakan agar Polres Pakpak Bharat serius menangani perkara penghinaan terhadap Suku Pakpak.

Massa meminta Polres segera menangkap dan menahan seseorang bernama Hokman Sigalingging atas dugaan penghinaan terhadap Suku Pakpak melalui platform TikTok, demi mengantisipasi dampak konflik sosial yang meluas.

Kasat Reskrim, Iptu Pernandos T. Manik, memberikan kepastian bahwa penyidik telah memproses laporan tersebut.

“Penanganan perkara berjalan sesuai prosedur. Kami telah melibatkan ahli hukum dan saksi ahli untuk memproses laporan ini secara serius,” ujar Iptu Pernandos T. Manik.

Secara keseluruhan, meskipun massa mendatangi tiga lokasi dengan tuntutan yang sensitif, unjuk rasa berakhir aman dan tertib.

Situasi kembali normal setelah massa membubarkan diri pada sore hari, meninggalkan komitmen dari Ketua DPRD untuk menindaklanjuti persoalan tapal batas.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

PKBM Agung Nugraha Serahkan Buku Ajar, KBM Warga Binaan Rutan Pemalang Dimulai
Buka Ruang Dialog, BPBD Pemalang Ajak Masyarakat Evaluasi Layanan Kebencanaan
Kendaraan Anda Menunggak Pajak? Siap-Siap Terjaring Razia Terpadu di Pakpak Bharat
Dosen UNIMEN, Dr. Ismaya Masuk 138 Calon Reviewer Penelitian Nasional Bidang Sosial Humaniora dan Pendidikan
Dua Pekan Krisis Air Bersih, Brigif 13/Galuh Rahayu Bantu 70 KK di Kawalu Tasikmalaya
Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker
Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus
Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

PKBM Agung Nugraha Serahkan Buku Ajar, KBM Warga Binaan Rutan Pemalang Dimulai

Selasa, 8 September 2026 - 14:47 WIB

Buka Ruang Dialog, BPBD Pemalang Ajak Masyarakat Evaluasi Layanan Kebencanaan

Selasa, 8 September 2026 - 13:54 WIB

Kendaraan Anda Menunggak Pajak? Siap-Siap Terjaring Razia Terpadu di Pakpak Bharat

Selasa, 8 September 2026 - 12:34 WIB

Dosen UNIMEN, Dr. Ismaya Masuk 138 Calon Reviewer Penelitian Nasional Bidang Sosial Humaniora dan Pendidikan

Selasa, 8 September 2026 - 12:25 WIB

Dua Pekan Krisis Air Bersih, Brigif 13/Galuh Rahayu Bantu 70 KK di Kawalu Tasikmalaya

Berita Terbaru