Kasus Perdata Mertua vs Menantu di Tasikmalaya, Tergugat Menolak Mediasi

Kamis, 11 Januari 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Perseteruan antara mertua inisial RS sebagai penggugat dengan menantunya salah satu anggota kepolisian di Kabupaten Tasikmalaya berinisial IF memasuki sidang kedua di Pengadilan Negeri Kota Tasikmalaya.

Kasusnya, terkait sengketa satu unit rumah yang beralamat di Kp. Elos RT.001/003 Kel. Kotabaru, Kec. Cibereum Kota Tasikmalaya dengan dugaan sang menantu mengklaim kepemilikan.

Permasalahan cukup pelik, sehingga harus berproses di Pengadilan, bahkan setelah beberapa kali melakukan mediasi di luar sidang. Kabarnya, saat ini penggugat telah melaporkan tergugat IF ke Propam Polda Jawa Barat.

“Barusan memang mediasi pertama dari pihak penggugat memohon untuk tetap dilakukan mediasi dari pihak kami, kami memilih untuk melanjutkan perkara ini,” ucap Taufik Rahman Kuasa Hukum Tergugat (IF) usai sidang mediasi, Kamis (11/01/2024).

Taufik menjelaskan alasan, tetap lanjut proses hukum, karena di dalam gugatan itu berisi tudingan-tudingan yang sangat keji menyangkut kehormatan dan martabat kliennya, sehingga menjadi  penyebab konflik di rumah tangga.

Dijelaskan Taufik, kliennya dituding penyebab terjadinya perpisahan atau masalah dengan istri tergugat, sehingga terjadi masalah-masalah dengan istri tergugat dan catatan istri di sini itu mantan secara hukum agama sudah diceraikan sejak tanggal 27 Agustus tahun 2021.

“Kami memberikan kesempatan seluas luasnya kepada pihak penggugat untuk membuktikan di pengadilan. Buktikan dengan bukti-bukti yang ada,” tegas Taufik.

Pihaknya juga menghargai dengan mediator pihak pengadilan yang akan memberikan kesempatan untuk melakukan sidang mediasi, tapi pihak tergugat tetap dengan pendiriannya bahwa menolak mediasi tersebut.

“Kami menghargai tadi ketika mediator untuk kemudian silahkan di panggil lagi tapi kami akan tetap melakukan hal yang sama,” imbuh Taufik.

Di tempat sama Asep Iwan Restiawan Penasehat Hukum Penggugat menanggapi terkait pernyataan yang disampaikan oleh pihak tergugat melalui kuasa hukumnya.

Menurut Asep, mediasi itu adalah wajib dilakukan dalam setiap perkara perdata kemudian apabila ada pihak yang tidak mau melaksanakan mediasi maka secara hukum dia dinyatakan tidak beritikad baik.

“Nah tadi kuasanya sudah menyatakan tidak apa-apa, kami dinyatakan tidak beritikad baik artinya mereka atau tergugat secara sadar menyatakan dirinya tidak beritikad baik karena tidak mau melaksanakan mediasi,” jelas Asep.

Dia juga menyebut, bahwa permasalahan ini belum masuk ke pokok perkara, karena tidak ada satupun yang dibahas dalam pokok perkara, sebab tujuannya adalah mencari solusi.

“Hanya saja tadi di dalam dan yang saya dengar dari ucapan kuasa hukum tergugat tadi bukan mengenai hal yang kita permasalahkan saat ini, ada banyak hal-hal lain perkara-perkara lain antara tergugat dengan penggugat tetapi itu diluar perkara ini, seolah-olah kita ini dibuyarkan diarahkan ke yang lain,” ungkapnya.

Padahal kata Asep, sekali lagi persoalannya adalah penggugat minta tergugat keluar dari rumah milik penggugat, tetapi dari tadi sampai sekarang tidak pernah dibahas.

Disinggung pihak tergugat supaya penggugat membuktikan di pengadilan, langsung ditanggapi Asep dengan serius.

“Coba kita berbicara hukum acara, kenapa harus dibuktikan dulu saat ini, waktunya pembuktian akan kami buktikan, kenapa minta pembuktian saat mediasi,” cetus Asep.

Menurutnya, saat ini itu fokus yang dipersoalkan sekarang yaitu permintaan untuk bisa selesai secara baik-baik, dari penggugat maupun dari tergugat!

“Bukan persoalan kita saling membuktikan, kalau saling membuktikan nanti di ruang sidang itu ada waktunya waktu tersendiri bukan saat ini,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan
Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026
Alun-alun Tegal ‘Mencekam’, Simulasi Penanganan Ricuh Massa hingga Penjinakan Bom
Sidang Perdana Kematian Anak J Menguak Celah Serius: Bukti Medis Dipertanyakan
Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis
RDPU Mendadak Dibatalkan, DPRD Bartim Gelar Raker Tertutup: Aset Jalan Eks Pertamina Kian Sarat Tanda Tanya
TMMD ke-128, TNI Bangun Rutilahu Milik Warga Lansia di Garut
Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Bersatu di Gedong Cai, Komitmen Jaga Sumber Air Melalui Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:15 WIB

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Kamis, 23 April 2026 - 18:06 WIB

Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026

Kamis, 23 April 2026 - 17:47 WIB

Alun-alun Tegal ‘Mencekam’, Simulasi Penanganan Ricuh Massa hingga Penjinakan Bom

Kamis, 23 April 2026 - 17:34 WIB

Sidang Perdana Kematian Anak J Menguak Celah Serius: Bukti Medis Dipertanyakan

Kamis, 23 April 2026 - 17:00 WIB

Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis

Berita Terbaru

Berita terbaru

Lapas Cipinang Perluas Akses Pendidikan bagi Warga Binaan

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:15 WIB

Berita terbaru

Bupati Pemalang Buka Resmi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026

Kamis, 23 Apr 2026 - 18:06 WIB

Berita terbaru

Penculikan Bermotif Cemburu di Cikajang, Korban Disiksa Secara Sadis

Kamis, 23 Apr 2026 - 17:00 WIB