Kasus Ibu Hamil Meninggal, Keluarga Siap Layangkan Gugatan Hukum ke RSUD Tamiang Layang 

Minggu, 10 Maret 2024 - 06:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Publik menyoroti kasus meninggalnya Ibu hamil dan anak dalam kandungan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur.

Korban inisial E.M (32) warga Desa Tumpung Ulung, kecamatan Pematang Karau. Diduga, meninggalnya pasien karena buruknya pelayanan medis dan kelalaian pihak rumah sakit tersebut.

Agus Saputra selaku kakak ipar korban (pasien, -red) mengatakan, pihaknya sangat keberatan atas terjadinya peristiwa meninggalnya adik Ipar beserta keponakannya yang ada didalam kandungan.

Agus menuding, kematian adik iparnya karena kelalaian pihak rumah sakit yang dinilainya lamban dan mengulur -ulur waktu dalam melakukan penanganan Medis.

“Ya, ini pasien gawat darurat, bayi diketahui sudah meninggal didalam kandungan. Namun karena lambannya penangan oleh para medis akhirnya sang ibupun meninggal,” ucap Agus Saputra sambil menahan isak tangis saat dikonfirmasi Sabtu, (9/3/2024) dirumah duka di Desa Tumpung Ulung.

Pada kesempatan itu, Agus menceritakan kronologis awal pasien. Malam tadi adik iparnya dalam kondisi mau melahirkan dan pihak keluarga membawa ke Poliklinik Mitra Insani Ampah.

Karena keterbatasan alat medis, adik iparnya langsung dirujuk ke RSUD Tamiang Layang. Sesampai di rumah sakit, pasien diterima oleh pihak perawat dan langsung diperiksa.

“Namun setelah diperiksa, anak yang ada di dalam kandungan tidak ada detak jantungnya dan dinyatakan meninggal,” kata Agus.

Mengetahui hal Itu, pihak keluarga meminta untuk dilakukan tindakan operasi segera agar dapat menyelamatkan Ibunya.

Tapi alasannya pihak rumah sakit menunggu dokter dan bahkan disarankan kepada keluarga korban oleh pihak medis, ikuti proses persalinan normal. Padahal kondisi bayi sudah diketahui meninggal didalam kandungan.

“Ini jelas tidak memungkinkan, tetapi harus diambil tindakan operasi, karena kondisi pasien sudah semakin lemah. Namun apa yang terjadi, kami harus menunggu waktu 3-4 jam belum ada tindakan atau pelayanan,” kata Agus.

Karena peristiwa itu, dirinya sempat adu mulut berdebat dengan dokter, lantaran pihak rumah sakit dianggap menelantarkan pasien.

“Karena buruknya pelayanan ini, kami rencananya akan melakukan gugatan hukum kepada pihak RSUD Tamiang Layang,” tegas Agus.

Sementara itu, secara terpisah menanggapi tudingan tersebut, pihak RSUD Tamiang Layang, melalui dokter Rienhard menyampaikan video klarifikasi melalui media sosial.

Rienhard menyampaikan kronologis kejadian bahwa Subuh tadi pagi, menurutnya pasien datang Jam 23.50 Wib, rujukan dari Poliklinik Mitra Insani Ampah dengan hasil USG janinnya sudah meninggal.

Sampai dirumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tamiang Layang, diperiksa hasil laboratorium dan tanda vitalnya kondisi dalam batas normal.

Kemudian dari pemeriksaan dalam, pasiennya dalam keadaan persalinan kala satu pase aktif buka pembukaan 34, pasien riwayat cesar.

“Karena bayinya sudah meninggal didalam, kita berusaha untuk melahirkan normal, kemudian di UGD pasien dipindah ke kamar bersalin, kemudian setelah pasien makan, pasien merasa sesak.

Kemudian kita siapkan untuk operasi emergency, sementara menunggu operasi emergency dilakukan, tiba-tiba pasien sudah tidak ada respon dan setelah diperiksa, pasien ternyata telah meninggal,” demikian isi klarifikasi dr Riendard.

Loading

Facebook Comments Box

Penulis : Tim Barito Timur

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tim Monev Kecamatan Kuala Cenaku Cek Kegiatan Dana Desa Tahap I TA 2024 Desa Kuala Mulia
Pj Bupati Bartim Berterimakasih Atas Informasi Awak Media Terkait Permasalahan Tambang
Ketua DPRD Pimpin Rapat Paripurna Pertanggungjawaban APBD Bartim Tahun 2023
Kontroversi ‘Zonasi Khusus’ PPDB SMA Negeri di Kota Tasikmalaya, LSM Fordem Gelar Audiensi
Balon Wali Kota Tasik bersama Gandara Grup dan KH Aminuddin Resmikan Masjid An-Nur Pamijahan
Tarif Masih Gratis!! Pemandian Alam Lae Kumennir Desa Tinada, Alternatif Liburan Keluarga
Perda Inisiatif DPRD Wajo Jadi Acuan, DPRD dan Dinas Pangan Sulsel Godok Ranperda Baru
Meski Kerap Sosialisasi, SMKN 6 Jeneponto Minim Peminat 

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:19 WIB

Tim Monev Kecamatan Kuala Cenaku Cek Kegiatan Dana Desa Tahap I TA 2024 Desa Kuala Mulia

Selasa, 16 Juli 2024 - 09:06 WIB

Pj Bupati Bartim Berterimakasih Atas Informasi Awak Media Terkait Permasalahan Tambang

Selasa, 16 Juli 2024 - 08:44 WIB

Ketua DPRD Pimpin Rapat Paripurna Pertanggungjawaban APBD Bartim Tahun 2023

Senin, 15 Juli 2024 - 20:19 WIB

Kontroversi ‘Zonasi Khusus’ PPDB SMA Negeri di Kota Tasikmalaya, LSM Fordem Gelar Audiensi

Senin, 15 Juli 2024 - 19:42 WIB

Balon Wali Kota Tasik bersama Gandara Grup dan KH Aminuddin Resmikan Masjid An-Nur Pamijahan

Senin, 15 Juli 2024 - 17:42 WIB

Perda Inisiatif DPRD Wajo Jadi Acuan, DPRD dan Dinas Pangan Sulsel Godok Ranperda Baru

Senin, 15 Juli 2024 - 17:36 WIB

Meski Kerap Sosialisasi, SMKN 6 Jeneponto Minim Peminat 

Senin, 15 Juli 2024 - 12:15 WIB

Pemkab Pakpak Bharat Selenggarakan Workshop Pelestarian Budaya bersama UGM

Berita Terbaru