TASIKMALAYA, MNP – Maraknya fenomena Pinjaman Online (Pinjol) ilegal dan Judi Online (Judol) yang merambah kalangan masyarakat, khususnya remaja, mendapat perhatian serius dari Karang Taruna Kota Tasikmalaya.
Menyikapi bahaya laten tersebut, Karang Taruna bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) di Aula Bappelitbangda Lantai 3 Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan literasi keuangan dan kesadaran digital agar mampu membentengi diri dari ancaman aktivitas keuangan ilegal yang kian meresahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya, Heri Sulihudin, S.Pd.I., menegaskan bahwa agenda ini merupakan langkah nyata organisasi dalam menyelamatkan masa depan generasi muda dari jeratan pinjol dan judol.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi keuangan, membangun kesadaran digital, serta mengajak generasi muda untuk lebih waspada terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merusak masa depan,” ujar Heri.
Dirinya berharap, para peserta yang mengikuti TOT ini tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak edukasi di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pemuda-pemudi yang mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masyarakat, serta mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya pinjol ilegal dan judi online,” tambahnya.
Ia juga menyerukan jargon gerakan moral kepada pemuda Tasikmalaya: Cerdas Finansial, Bijak Bermedia Digital, Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal, serta Berani Menolak Pinjol & Judol.
“Atas nama Karang Taruna Kota Tasikmalaya, kami mengajak seluruh generasi muda untuk tidak terlena oleh kemudahan sesaat yang justru dapat menghancurkan masa depan. Jadilah pemuda yang produktif, kreatif, dan memiliki kesadaran finansial yang kuat demi masa depan yang lebih baik,” tegas Heri.
Di tempat yang sama, Pelaksana Harian (PLH) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, mengapresiasi langkah taktis yang diambil oleh Karang Taruna.
Menurutnya, persoalan pinjol ilegal dan judol merupakan masalah yang sangat kompleks dan membutuhkan penanganan dari berbagai lini.
“Masalahnya sebetulnya kompleks, terutama terkait penyedia (platform). Di sini pihak Aparat Penegak Hukum (APH) harus bisa menyelesaikan hal itu di bagian hilir. Tetapi tugas kita di pemerintah adalah bagaimana menciptakan iklim yang sehat supaya kemiskinan tidak berjalan, karena biasanya faktor kemiskinan sering dijadikan alasan bagi sebagian orang untuk terjerumus,” kata Diky.
Selain faktor ekonomi, Diky juga menyoroti pentingnya penguatan iman dan takwa sebagai benteng pertahanan mental masyarakat.
Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menggalakkan sosialisasi pembinaan mental tersebut ke depannya.
“Insya Allah tahun ini kita akan coba jalankan (program penguatan) walaupun kuotanya belum terlalu banyak. Di sini kita fokus bagaimana caranya menyelesaikan masalah di bagian hulu,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Diky menaruh harapan besar kepada Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang paling dekat dengan akar rumput.
“Himbauan-himbauan akan terus kita lakukan. Alhamdulillah, di sini ada Karang Taruna yang Insya Allah menjadi garda terdepan untuk melakukan sosialisasi tentang banyak hal, termasuk bahaya pinjol dan judol ini,” pungkas Diky.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan