Karang Taruna Kota Tasikmalaya Gandeng OJK, Edukasi Pemuda Anti Pinjol Ilegal dan Judol

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Maraknya fenomena Pinjaman Online (Pinjol) ilegal dan Judi Online (Judol) yang merambah kalangan masyarakat, khususnya remaja, mendapat perhatian serius dari Karang Taruna Kota Tasikmalaya.

Menyikapi bahaya laten tersebut, Karang Taruna bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) di Aula Bappelitbangda Lantai 3 Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/05/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan literasi keuangan dan kesadaran digital agar mampu membentengi diri dari ancaman aktivitas keuangan ilegal yang kian meresahkan.

Ketua Karang Taruna Kota Tasikmalaya, Heri Sulihudin, S.Pd.I., menegaskan bahwa agenda ini merupakan langkah nyata organisasi dalam menyelamatkan masa depan generasi muda dari jeratan pinjol dan judol.

“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi keuangan, membangun kesadaran digital, serta mengajak generasi muda untuk lebih waspada terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merusak masa depan,” ujar Heri.

Dirinya berharap, para peserta yang mengikuti TOT ini tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak edukasi di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pemuda-pemudi yang mampu menjadi agen edukasi di lingkungan masyarakat, serta mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya pinjol ilegal dan judi online,” tambahnya.

Ia juga menyerukan jargon gerakan moral kepada pemuda Tasikmalaya: Cerdas Finansial, Bijak Bermedia Digital, Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal, serta Berani Menolak Pinjol & Judol.

“Atas nama Karang Taruna Kota Tasikmalaya, kami mengajak seluruh generasi muda untuk tidak terlena oleh kemudahan sesaat yang justru dapat menghancurkan masa depan. Jadilah pemuda yang produktif, kreatif, dan memiliki kesadaran finansial yang kuat demi masa depan yang lebih baik,” tegas Heri.

Di tempat yang sama, Pelaksana Harian (PLH) Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, mengapresiasi langkah taktis yang diambil oleh Karang Taruna.

Menurutnya, persoalan pinjol ilegal dan judol merupakan masalah yang sangat kompleks dan membutuhkan penanganan dari berbagai lini.

“Masalahnya sebetulnya kompleks, terutama terkait penyedia (platform). Di sini pihak Aparat Penegak Hukum (APH) harus bisa menyelesaikan hal itu di bagian hilir. Tetapi tugas kita di pemerintah adalah bagaimana menciptakan iklim yang sehat supaya kemiskinan tidak berjalan, karena biasanya faktor kemiskinan sering dijadikan alasan bagi sebagian orang untuk terjerumus,” kata Diky.

Selain faktor ekonomi, Diky juga menyoroti pentingnya penguatan iman dan takwa sebagai benteng pertahanan mental masyarakat.

Pemerintah Kota Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menggalakkan sosialisasi pembinaan mental tersebut ke depannya.

“Insya Allah tahun ini kita akan coba jalankan (program penguatan) walaupun kuotanya belum terlalu banyak. Di sini kita fokus bagaimana caranya menyelesaikan masalah di bagian hulu,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Diky menaruh harapan besar kepada Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang paling dekat dengan akar rumput.

“Himbauan-himbauan akan terus kita lakukan. Alhamdulillah, di sini ada Karang Taruna yang Insya Allah menjadi garda terdepan untuk melakukan sosialisasi tentang banyak hal, termasuk bahaya pinjol dan judol ini,” pungkas Diky.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Dari Jalanan ke Jurnal Ilmiah, GMNI Unhas Ajak LPPM Garap Riset Marhaen Hingga Scopus
Pejabat Utama Absen, Audiensi SWI Jabar Soal Anggaran Revitalisasi Disdik Bandung Mengambang
Pemkab dan DPRD Pakpak Bharat Bahas Ranperda Perubahan APBD Tahun 2026
Dekatkan Akses Berobat Warga, RSUD Lanto Dg Pasewang Kini Punya Layanan Cathlab
Tinjau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kapolres Lamsel Bagikan Masker di Palas
PKBM Agung Nugraha Serahkan Buku Ajar, KBM Warga Binaan Rutan Pemalang Dimulai
Buka Ruang Dialog, BPBD Pemalang Ajak Masyarakat Evaluasi Layanan Kebencanaan
Kendaraan Anda Menunggak Pajak? Siap-Siap Terjaring Razia Terpadu di Pakpak Bharat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:02 WIB

Dari Jalanan ke Jurnal Ilmiah, GMNI Unhas Ajak LPPM Garap Riset Marhaen Hingga Scopus

Selasa, 8 September 2026 - 20:29 WIB

Pejabat Utama Absen, Audiensi SWI Jabar Soal Anggaran Revitalisasi Disdik Bandung Mengambang

Selasa, 8 September 2026 - 20:17 WIB

Pemkab dan DPRD Pakpak Bharat Bahas Ranperda Perubahan APBD Tahun 2026

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

Dekatkan Akses Berobat Warga, RSUD Lanto Dg Pasewang Kini Punya Layanan Cathlab

Selasa, 8 September 2026 - 17:42 WIB

Tinjau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kapolres Lamsel Bagikan Masker di Palas

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pemkab dan DPRD Pakpak Bharat Bahas Ranperda Perubahan APBD Tahun 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 20:17 WIB