Peran Beasiswa UKT/SPP bagi Mahasiswa Berlatar Belakang Ekonomi Terbatas

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto AI - Penulis: Angelsiana Rendo dari Nusa Tenggara Timur, Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi S1 Akuntansi

Sumber foto AI - Penulis: Angelsiana Rendo dari Nusa Tenggara Timur, Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi S1 Akuntansi

Pendidikan tinggi merupakan impian banyak anak muda di Indonesia, namun kenyataannya tidak semua mahasiswa memiliki kondisi ekonomi yang cukup untuk membiayai kebutuhan kuliah.

Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan kebutuhan hidup sehari-hari sering menjadi tantangan besar, terutama bagi mahasiswa perantau.

Saya adalah salah satu mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan memiliki latar belakang ekonomi terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perjalanan studi saya, beasiswa UKT/SPP dari kampus menjadi bantuan yang sangat berarti, bahkan bisa dikatakan sebagai salah satu penopang utama agar saya tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Sebagai anak rantau dari NTT, saya harus menghadapi berbagai tantangan sejak awal merantau ke Tangerang Selatan untuk menempuh pendidikan.

Biaya tempat tinggal, makan, transportasi, serta kebutuhan kuliah seperti fotokopi, tugas, dan perlengkapan lainnya memerlukan pengeluaran yang tidak sedikit.

Sementara itu, kondisi ekonomi keluarga saya di kampung tidak begitu stabil sehingga orang tua harus bekerja keras untuk dapat mengirimkan uang setiap bulannya.

Situasi ini membuat saya harus benar-benar mengatur pengeluaran dengan ketat dan sering kali harus mengutamakan kebutuhan yang paling penting saja.

Dalam kondisi ekonomi yang cukup berat tersebut, beasiswa UKT/SPP dari kampus menjadi bantuan yang sangat saya syukuri.

Beasiswa ini meringankan beban biaya kuliah yang sebelumnya menjadi kekhawatiran besar bagi saya dan keluarga.

Dengan adanya bantuan ini, orang tua tidak lagi harus menanggung penuh biaya kuliah setiap semester, sehingga mereka dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan pokok keluarga di NTT.

Bantuan ini memberikan perasaan lega serta motivasi bagi saya untuk terus bertahan dan menjalani masa kuliah dengan lebih tenang.

Beasiswa ini juga memberikan dampak psikologis yang positif. Sebelumnya, saya sering merasa cemas memikirkan bagaimana cara membayar biaya kuliah semester berikutnya. Kekhawatiran ini kadang membuat fokus belajar terganggu.

Namun setelah mendapatkan beasiswa, saya bisa menjalani perkuliahan dengan lebih nyaman dan tidak lagi terbebani oleh pikiran tentang biaya UKT.

Saya juga menjadi lebih semangat untuk tetap mengikuti kegiatan perkuliahan secara konsisten, menjaga kehadiran, dan berusaha menyelesaikan semua tugas tepat waktu.

Meskipun saya bukan mahasiswa berprestasi atau memiliki pencapaian akademik tertentu, saya tetap merasa bahwa beasiswa ini menjadi kesempatan berharga untuk membuktikan bahwa mahasiswa dengan latar belakang ekonomi terbatas juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Bantuan ini memberikan ruang bagi saya untuk berkembang sesuai kemampuan dan perlahan membangun masa depan yang lebih baik.

Beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bentuk kepercayaan dari kampus kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Harapan saya, semakin banyak mahasiswa dari berbagai daerah, terutama dari kawasan yang jauh seperti NTT, dapat merasakan manfaat dari program beasiswa UKT/SPP.

Program seperti ini sangat penting untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata. Dengan adanya dukungan tersebut, mahasiswa seperti saya dapat tetap melanjutkan kuliah tanpa harus menyerah karena alasan ekonomi.

Secara keseluruhan, beasiswa kampus ini memberikan dampak yang sangat besar dalam perjalanan pendidikan saya.

Bantuan tersebut telah meringankan beban orang tua, memberikan kenyamanan dalam belajar, dan menjadi dorongan bagi saya untuk menyelesaikan studi di UNPAM dengan sebaik-baiknya.

Saya berharap suatu hari nanti saya dapat membalas kebaikan ini dengan memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah asal saya di NTT.

Loading

Penulis : Angelsiana Rendo dari Nusa Tenggara Timur, Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi S1 Akuntansi 

Berita Terkait

Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati
Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH
Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana
Bupati Jeneponto Kumpulkan Forkopimda Bahas Isu Kamtibmas hingga Kabut Asap
Merasa Masih Termarginalkan, FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya Minta Keberpihakan Kebijakan
Proyek Asrama Mahasiswa Bartim Rp2,8 Miliar Disorot: Bangunan Belum Ditempati, Fasilitas Bermasalah
Bupati Pakpak Bharat Buka TMMD ke-130, Ratusan TNI Dikerahkan Buka Akses Jalan Desa Sibongkaras
Tembus Luwu Timur, Pemkab Enrekang Teken Kerjasama Strategis Pasokan Pangan di PT Vale Sorowako

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bupati Jeneponto Kumpulkan Forkopimda Bahas Isu Kamtibmas hingga Kabut Asap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Merasa Masih Termarginalkan, FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya Minta Keberpihakan Kebijakan

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:30 WIB