Terbawa Arus 8 Kilometer, Begini Kronologi Penemuan Korban Jembatan Cirahong di Sungai Citanduy

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIAMIS, MNP – Pencarian korban yang diduga terjatuh di kawasan Jembatan Cirahong akhirnya membuahkan hasil.

Setelah dilakukan penyisiran intensif selama berjam-jam di aliran Sungai Citanduy, tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pukul 10.15 Wib pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Korban ditemukan sekitar delapan kilometer dari titik awal lokasi diduga terjatuh. Penemuan tersebut terjadi saat tim gabungan melakukan penyisiran di wilayah hilir sungai menggunakan perahu karet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TAGANA, Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.

Korban pertama kali terlihat oleh relawan TAGANA bernama Cepi saat tim menyisir tepian sungai yang dipenuhi tumpukan sampah dan ranting.

Kondisi aliran sungai yang membawa banyak material membuat proses pencarian berjalan cukup sulit. Petugas harus memeriksa setiap sudut tepian dengan teliti agar tidak ada petunjuk yang terlewat.

Menurut Cepi, awalnya benda yang terlihat di antara tumpukan sampah itu dikira hanya limbah biasa yang terbawa arus Sungai Citanduy.

Namun, setelah perahu didekatkan, tampak bagian pakaian berwarna biru yang masih melekat di tubuh korban.

“Awalnya saya kira hanya sampah yang tersangkut. Setelah dilihat lebih dekat ternyata ada tubuh korban di balik ranting dan sampah,” ujarnya di lokasi pencarian Sabtu (23/05/2026).

Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada anggota tim SAR lainnya. Suasana pencarian yang sejak pagi berlangsung penuh konsentrasi mendadak berubah tegang. Petugas kemudian memastikan kondisi korban sebelum melakukan proses evakuasi.

Evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi korban berada di area tepian sungai yang dangkal namun dipenuhi endapan sampah dan batang ranting.

Sejumlah petugas harus turun langsung ke air untuk membantu proses pengangkatan jasad agar tidak tersangkut material di sekitar lokasi penemuan.

Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke darat menggunakan tandu darurat sebelum selanjutnya dibawa ambulans untuk proses penanganan lebih lanjut.

Petugas juga langsung melakukan identifikasi guna memastikan data korban sesuai laporan keluarga.

Sebelumnya, operasi pencarian dilakukan sejak pagi dengan membagi beberapa sektor penyisiran di sepanjang aliran Sungai Citanduy.

Dua unit perahu karet diterjunkan untuk menyisir area sungai mulai dari bawah Jembatan Cirahong hingga wilayah hilir yang dinilai rawan menjadi lokasi tersangkutnya korban.

Medan pencarian menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain arus sungai yang cukup kuat, banyaknya tumpukan sampah dan kayu membuat proses penyisiran harus dilakukan perlahan dan penuh kehati-hatian.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas masyarakat di wilayah Ciamis dan Tasikmalaya.

Selain dikenal sebagai penghubung penting antarwilayah, kawasan Jembatan Cirahong juga memiliki kontur sungai yang cukup dalam dengan arus yang kerap berubah tergantung kondisi cuaca.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Meski demikian, petugas mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga empati terhadap keluarga korban dengan tidak menyebarkan foto maupun informasi pribadi secara berlebihan di media sosial.

Keterlibatan banyak unsur dalam operasi ini menjadi bukti kuatnya kerja sama antar instansi dan relawan kemanusiaan.

Dari pagi hingga korban ditemukan, seluruh tim terus bergerak menyusuri aliran Sungai Citanduy demi memastikan pencarian berjalan maksimal hingga akhirnya membuahkan hasil.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tiga Wisatawan Tenggelam, Satpolairud Polres Garut Sisir Pantai Karangpapak
Mantan Ketua DPRD Andi Nasir: Loyalitas Buta Hanya Melahirkan Kepemimpinan Rapuh
Edukasi Pengelolaan Sampah Organik, KKN STHG Kampanyekan Desa Sadar Hukum di Ciawi
Komitmen Ormas BBC Kota Tasikmalaya, Bermanfaat bagi Masyarakat, Jaga Kondusivitas Daerah
SATLAT Sambong Jaya Mangkubumi Sabet 5 Medali di Kejuaraan Tarung Derajat Piala Ghana
Persiapkan Strata Kepengurusan, DPC PKB Pakpak Bharat Gelar Musyawarah Penataan DPAC
Kejuaraan Gateball PGRI Cibeureum: Melahirkan Atlet Berprestasi Kalangan Pendidik
Cegah Karhutla, Bupati Barito Timur Minta Semua Pihak Bergerak Cepat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Tiga Wisatawan Tenggelam, Satpolairud Polres Garut Sisir Pantai Karangpapak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Mantan Ketua DPRD Andi Nasir: Loyalitas Buta Hanya Melahirkan Kepemimpinan Rapuh

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Edukasi Pengelolaan Sampah Organik, KKN STHG Kampanyekan Desa Sadar Hukum di Ciawi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Komitmen Ormas BBC Kota Tasikmalaya, Bermanfaat bagi Masyarakat, Jaga Kondusivitas Daerah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

SATLAT Sambong Jaya Mangkubumi Sabet 5 Medali di Kejuaraan Tarung Derajat Piala Ghana

Berita Terbaru