Kades Pamagersari Terkesan Berharap Periode Terakhirnya “Shu’ul Khatimah”

Jumat, 3 April 2026 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Perilaku aneh, tidak seperti biasanya terhadap mitra kerjanya, mulai diperlihatkan terang-terangan oleh Kades Pamagersari Kecamatan Jasinga, setelah memasuki masa jabatan periode ketiganya, sebagai Kepala Desa terpilih pada Pilkades 2019 yang lalu.

Dikatakan demikian karena sebagian dari perilakunya, yang semula dinilai sangat bijak dan baik oleh banyak kalangan, kini berbanding terbalik.

Begitu banyak anomali ucapannya dengan perilakunya terhadap mitra kerjanya. Hal tersebut sebagaimana dirasakan oleh tim Media ini, pada kunjungan ke-Empat kalinya ke kantor desanya, pada Kamis (2/4/2026) Kemarin.

Penilaian tersebut muncul, ketika perilaku sang Kades saat ini, dibandingkan oleh para mitra kerja desanya, dengan dua periode sebelumnya. Yang semula dinilai positif, dari berbagai sudut pandang penilaian warga masyarakat wilayah hingga masyarakat sekitar wilayah desanya, kini mulai berubah jadi sebaliknya.

Terlebih-lebih dirinya pun menjabat sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa di Kecamatan Jasinga, yang dijabatnya hingga kini untuk beberapa periode, jabatan yang disandang nya itu pun telah dengan baik dijalankannya.

Baru belakangan, sebagian nilai positifnya seakan raib, entah disengaja dengan kesadaran dirinya, atau tanpa disengaja dan diluar kesadarannya, sehingga nilai-nilai positifnya itu raib begitu saja.

Kunjungan media ini, hari Kamis kemarin adalah kunjungan keempat secara estafet, dihitung dari bulan Oktober tahun lalu, dilanjut pas jelang akhir tahun lalu, kemudian di beberapa hari jelang Ramadhan tahun ini, dan di hari Kamis kemarin.

Dari keempat kunjungan di atas, tidak pernah berhasil bertemu dengannya, untuk komunikasi via HP nya pun tidak bisa, karena para staf desanya yang ditemui saat kunjungan selalu mengaku “tidak punya nomor kontak Kades” mereka, itulah yang dirasa jadi anehnya.

Keanehan itu, memicu jiwa skeptis Jurnalis semakin menguat hingga memantik kecurigaan lebih jauh, dan memunculkan tanda tanya besar bagi para Jurnalis yang berjiwa Kritis, kenapa Kades tersebut jadi seperti itu ???

Perubahan drastis didalam sikapnya itu, diduga bukan karena kesibukan kerjanya, melainkan karena urusan – urusan lain selain urusan dinas atau pekerjaannya.

Salah satunya yang paling sering adalah untuk urusan keluarganya, yang menurut informasi, mereka tinggal di bilangan Bintaro, Jakarta. Hal itu disampai kan oleh stafnya juga para tetangga sekitar kediaman nya, yang tidak berkenan disebutkan identitasnya.

Selain dari dugaan alasan diatas tadi, muncul dugaan spekulatif lainnya, antara lain berupa dugaan telah termakan dampak buruk praktik pembunuhan karakter, yang diduga dihembuskan oleh sesama Jurnalis, untuk menjatuhkan para Jurnalis yang lain, yang belakangan makin marak terjadi di wilayah Bogor Raya. Yang dampak buruknya, sangat mempengaruhi perubahan mind sett Kades tersebut.

Dampak buruk lebih dalam nya, atas perilakunya tadi, diduga telah menular pada tertutupnya interaksi sosial serta informasi, dari para perangkat desanya ke para Jurnalis, yang berkunjung ke kantor desanya tersebut. Seakan tidak punya SOP atau tidak pernah diberi arahan yang baik oleh Kadesnya tadi.

SOP dan arahan dimaksud, setidaknya tentang hal tata cara menerima hingga tata kramanya memperlakukan tamu, yang datang dengan baik-baik, menggunakan adab sesuai kearifan lokal daerahnya tersebut, agar bisa menjadi Tuan Rumah yang baik bagi setiap tamu yang berkunjung ke kantor desa mereka.

Seperti dengan tindakan menyodorkan Buku Tamu, menanyai seluk beluk dan keperluan para tamu yang datang ke kantor mereka, dan lain-lainnya. Seperti itu kurang lebihnya, mengenai “Tata Krama sikap beradab yang paling standar,” yang seharusnya dilakukan oleh personal di setiap instansi, baik milik pemerintah atau pun milik swasta, di Negeri yang “katanya beradab” ini.

Loading

Penulis : Asep Didi/Tim

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek
Nestapa Warga Bogor Penggali Kubur: Sering Kelaparan, Hidup Sebatang Kara di Rumah Lapuk
Dengar Aspirasi Langsung di Lapangan, Kapolres Bogor Canda Tawa Ngariung Bareng Ojol
Epi Mulyana Tekankan Deteksi Dini Kekerasan Anak: Keluarga dan Lingkungan Jangan Tutup Mata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Berita Terbaru