Jurnalis HadeJabar.com Dikeroyok Saat Liputan Kandang Ayam Ilegal, PWRI Kota Tasik Desak Pelaku Ditangkap

Rabu, 9 April 2025 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kekerasan terhadap jurnalis kembali mencoreng kebebasan pers di Indonesia. Seorang jurnalis media online HadeJabar.com, Hadi Hadrian (46), menjadi korban pengeroyokan oleh delapan orang yang diduga preman.

Peristiwa terjadi saat ia sedang menjalankan tugas peliputan terkait dugaan kandang ayam ilegal di Desa Sukarurip, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu siang (09/04/2025).

Hadi Hadrian datang ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan peternakan ayam yang ditengarai beroperasi tanpa izin dan menimbulkan keresahan warga sekitar.

Namun belum sempat melakukan peliputan secara menyeluruh, ia tiba-tiba didatangi sekelompok orang yang langsung mengintimidasi dan menyerangnya secara brutal.

Delapan pria yang diduga preman tersebut melakukan pengeroyokan terhadap Hadi hingga mengalami luka di bagian wajah, tangan, dan tubuh lainnya. Kamera dan peralatan liputan milik Hadi juga dirusak dalam insiden tersebut.

Korban sempat mendapat pertolongan dari warga sekitar sebelum akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani perawatan.

Insiden ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama dari kalangan insan pers. Sekretaris DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya, Soni Riswandi, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan mendesak agar para pelaku segera ditangkap serta diproses secara hukum.

“Kejadian ini adalah bentuk nyata dari pembungkaman terhadap kerja jurnalistik. Wartawan menjalankan tugas yang dilindungi undang-undang. Tidak boleh ada satu pun pihak yang bertindak sewenang-wenang apalagi dengan kekerasan seperti ini,” ujar Soni Riswandi, Rabu malam (09/04/2025).

Ia menegaskan bahwa PWRI tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini hingga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Menurutnya, peristiwa ini bukan hanya menyangkut korban secara pribadi, tetapi juga menyangkut marwah dan kebebasan pers secara keseluruhan.

Soni juga menyerukan solidaritas dari seluruh jurnalis dan organisasi profesi untuk bersatu menolak segala bentuk kekerasan terhadap wartawan.

Ia menambahkan, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terkait perlindungan hukum bagi insan pers saat menjalankan tugas di lapangan.

Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus ini. Namun desakan dari masyarakat dan organisasi wartawan agar segera dilakukan penindakan terus menguat.

Insiden pengeroyokan terhadap Hadi Hadrian ini menjadi pengingat penting bahwa jurnalis masih rentan terhadap kekerasan, terutama saat meliput isu-isu sensitif.

Diperlukan upaya nyata dari semua pihak untuk menjamin keamanan dan kebebasan pers sebagai pilar utama dalam kehidupan demokrasi.

Loading

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Persiapkan Strata Kepengurusan, DPC PKB Pakpak Bharat Gelar Musyawarah Penataan DPAC
Kejuaraan Gateball PGRI Cibeureum: Melahirkan Atlet Berprestasi Kalangan Pendidik
Cegah Karhutla, Bupati Barito Timur Minta Semua Pihak Bergerak Cepat
Kades Campaka Optimistis Genjot PBB, Imbau Warga Lapor Setiap Transaksi Jual Beli Tanah
Terlibat Cekcok di Pasar Ciawitali Garut, Polisi Ringkus Empat Pemuda Diduga Mabuk
Restrukturisasi Massal, PWI Sulsel Soroti Kepengurusan Bone, Soppeng dan Wajo
Cucu Darmawati Kembali Pimpin Garnita Malahayati NasDem Kota Tasikmalaya
Dermaga Kuala Mulya–Tanjung Sari Nyaris Ambruk, Pemerintah Jangan Tunggu Korban Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Persiapkan Strata Kepengurusan, DPC PKB Pakpak Bharat Gelar Musyawarah Penataan DPAC

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Kejuaraan Gateball PGRI Cibeureum: Melahirkan Atlet Berprestasi Kalangan Pendidik

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Cegah Karhutla, Bupati Barito Timur Minta Semua Pihak Bergerak Cepat

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Kades Campaka Optimistis Genjot PBB, Imbau Warga Lapor Setiap Transaksi Jual Beli Tanah

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Terlibat Cekcok di Pasar Ciawitali Garut, Polisi Ringkus Empat Pemuda Diduga Mabuk

Berita Terbaru