Jika Koalisi Gemuk, Pilkada Bartim Bisa Head to Head

Minggu, 7 Juli 2024 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Pemerhati Politik Banua Kadarisman bersama Yartono usai berbincang -bincang seputar Politik Bartim 2024

Foto Pemerhati Politik Banua Kadarisman bersama Yartono usai berbincang -bincang seputar Politik Bartim 2024

Barito Timur, MNP – Pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 di Kabupaten Barito Timur (Bartim) dinilai memiliki potensi hanya diikuti dua pasangan calon (Paslon) sekalipun memiliki peluang diikuti oleh tiga paslon. Hal itu terjadi jika koalisi partai pengusung terkonsentrasi kepada figur tertentu.

“Jika koalisi gemuk terjadi maka berpotensi head to head, artinya hanya diikuti oleh dua paslon, sekalipun di Bartim entitas politik berpeluang mewujudkan tiga Paslon,” ujar pemerhati politik Banua, Kadarisman, di Tamiyang Layang, Sabtu (6/7/2024).

Kadarisman, melihat konstelasi perpolitikan di Bartim sangat dinamis dan banyak diminati, baik oleh para politisi, birokrat dan pengusaha. Hanya, dirinya melihat tidak banyak yang siap “fight” untuk masuk ke gelanggang pilkada pada November 2024.

Ketidaksiapan banyak figur tersebut, ujar mantan jurnalis tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah keterbatasan dukungan partai politik yang memiliki kursi di DPRD, kemudian kecukupan finansial serta angka popularitas dan elektabilitas yang belum teruji.

Dikatakannya, banyak figur yang siap maju namun tidak sama dengan yang mempersiapkan diri untuk maju . Siap maju dan mempersiapkan maju tentu berbeda. Perbedaan mencolok ada pada landasan dan pijakkan infrastruktur politik mana yang sudah dia amankan.

Kondisi demikian dinilainya memberi efek menguntungkan partai besar seperti Golkar. Partai tersebut selain sebagai pemenang pemilu legislatif di Bartim juga memiliki calon yang siap tanding.

“Golkar sudah siap dengan usungannya H Supriatna. Diyakini mereka juga tidak ingin single fighter, dua atau tiga partai pasti mereka gaet. Lebih banyak beroleh koalisi itu lebih menguntungkan,” ujar Kadarisman.

Alumni Magister Fisipol ULM, Kalimantan Selatan tersebut juga mengomentari peluang figur Arianto S Muller untuk maju sebagai kontestan pilkada Bartim.

Sama halnya dengan Supriatna yang diusung Golkar, Arianto S Muller dan figur lainnya Munita Mustika Dewi juga dihadapkan pada keharusan bergerak cepat membangun koalisi untuk mengamankan tiket kepesertaan pilkada.

Namun tidak hanya sekadar tiket, tapi koalisi yang kuat dan besar, karena kekuatan koalisi menjadi variabel dalam pemenangan.

Munita Mustika Dewi memiliki problem yang lebih menantang jika maju, salah satunya kuatnya suara arus perubahan. Munita merupakan figur yang masih berkait dengan status quo, dimana bupati sebelumnya merupakan suaminya.

“Munita harus mampu menjinakkan ekspektasi suara arus perubahan yang saat ini terjadi Bartim. Hal lain, budaya paternalistik juga menjadi tantangannya,” jelas Kadarisman.

Pria yang juga alumni Fisipol UMPR Palangka Raya, juga mengapresiasi keberanian tokoh lain maju dalam pilkada Bartim, seperti Pancani Gandrung, Habib Said Abdul Saleh dan figur lainnya.

“Iklim demokrasi di Bartim sangat baik, dimana partai politik Bartim bersedia diri untuk siapapun mendaftarkan diri sebagai kandidat bakal calon, sekalipun keputusannya tidak di di level kabupaten. Tidak ada jaminan sudah mendaftar lantas diusung,” jelas Kadarisman.

Loading

Penulis : Yartono

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sidang Sengketa Jalan Wisata Liang Saragi II Memanas, Perbedaan Ukuran Tanah Terungkap di Lapangan
Polsek Kuala Cenaku Dorong Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Sambangi Petani Jagung Manis
Dunia Pendidikan Kota Tasikmalaya “Sakit”, Wakil Ketua DPRD Soroti Fenomena Gunung Es Pelecehan S3ksu4l
Ny Juniatry Pimpin Rapat Evaluasi Tim Penggerak PKK se-Pakpak Bharat
Apa Maksud ‘Descente’ dalam Sengketa Pertanahan? Berikut Ulasannya
Luar Biasa! Dalam 5 Bulan, Realisasi PBB Desa Sinagar Melesat Hingga 70 Persen
Bupati Garut Buka Kejuaraan Renang Pelajar se-Jabar 2026
Polisi Gerak Cepat, Evakuasi Pria Diduga Korban Penganiayaan Pasca Konvoi Nobar Persib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:03 WIB

Sidang Sengketa Jalan Wisata Liang Saragi II Memanas, Perbedaan Ukuran Tanah Terungkap di Lapangan

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:36 WIB

Polsek Kuala Cenaku Dorong Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Sambangi Petani Jagung Manis

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:26 WIB

Dunia Pendidikan Kota Tasikmalaya “Sakit”, Wakil Ketua DPRD Soroti Fenomena Gunung Es Pelecehan S3ksu4l

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:28 WIB

Ny Juniatry Pimpin Rapat Evaluasi Tim Penggerak PKK se-Pakpak Bharat

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB

Apa Maksud ‘Descente’ dalam Sengketa Pertanahan? Berikut Ulasannya

Berita Terbaru

Berita terbaru

Ny Juniatry Pimpin Rapat Evaluasi Tim Penggerak PKK se-Pakpak Bharat

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:28 WIB

Berita terbaru

Apa Maksud ‘Descente’ dalam Sengketa Pertanahan? Berikut Ulasannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:17 WIB