Jeritan Pengrajin Tasikmalaya di Momen Hari Batik Nasional 2024

Rabu, 2 Oktober 2024 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP –  Tanggal 2 Oktober merupakan momentum peringatan nasional yang mengusung kearifan lokal yaitu Hari Batik Nasional.

Tidak heran, di berbagai instansi pemerintahan, swasta maupun sekolah di hari ini menggunakan batik sebagai apresiasi dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.

Di Kota Tasikmalaya, tepatnya Kp. Cicariu RT. 05/09. Kel. Nagarasari, Kec. Cipedes, terdapat salah satu pengrajin batik tulis asli dan batik tulis sutera dengan nama Shakira Batik.

Kurang lebih di tahun 1960-an Shakira Batik berdiri dirintis oleh Alm.Bpk Undang Abdul Malik yang kini menjadi warisan turun temurun.

Tidak hanya itu, sampai saat ini Shakira Batik adalah salah satu pengrajin batik yang masih menggunakan proses tradisional.

Terkait dengan prospektif para pengrajin batik sendiri, Wildan salah satu penerus usaha pengrajin batik tersebut mengatakan, usaha batik sekarang kurang begitu maju.

Menurutnya, lain halnya saat di era kepemimpinan Presiden SBY pada waktu itu, pengrajin batik mengalami perkembangan yang cukup signifikan, cuma untuk sekarang hanya standar.

“Kami tidak jarang kedatangan dari para siswa, yang dalam study P5 terkait dengan kearifan lokal, mahasiswa bahkan turis mancanegara yang memang pengen mengetahui dan belajar dalam proses pembuatan batik tulis,” jelas Wildan, Rabu (02/10/2024).

Di singgung dengan perhatian pemerintah sendiri kurang begitu kurang terhadap pengrajin batik yang sekala kecil.

“Jujur saja pengrajin kecil seperti kami perhatian pemerintah kurang begitu dirasakan, bahkan kalo di sebut tidak ada ya tidak ada, beda halnya terhadap yang skalanya sudah besar, kami lihat pemerintah sendiri suka ada perhatian,” cetusnya.

Wildan sendiri berharap di Hari Batik Nasional ini pemerintah bisa turun langsung ke para pengrajin yang sekala kecil memahami dan bisa memberikan bantuan untuk pengembangan para pengrajin batik tulis yang masih kecil.

“Jangan sampa yang punya modal besar dan usahanya sudah besar semakin besar bantuan dari pihak pemerintah, sedangkan yang mempunyai modal sedikit semakin terjepit,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai
Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid
Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?
Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur
Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?
Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C
Ditinggal Bakar Sampah, Lahan Milik Wakil Bupati Pemalang Hangus Terbakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:44 WIB

Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:14 WIB

Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:52 WIB

Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WIB

Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?

Berita Terbaru