Tasikmalaya, MNP – Berbagai cara kreatif mengolah sampah plastik dan kertas dilakukan oleh Bank Sampah Sapari Mandiri Sambong Tengah kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.
Seperti diketahui, sampah diproduksi setiap hari oleh masyarakat seiring dengan banyaknya kebutuhan yang dikonsumsi masyarakat tentunya akan banyak memproduksi sampah.
Karena sampah acapkali diabaikan sehingga jika ada seseorang yang mengatakan bahwa kita tidak bertanggung jawab dalam hal memelihara lingkungan, itu wajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagaimana yang kita ketahui pula, bahwa tampilan zahir mencerminkan keadaan batinnya seseorang.
Biasanya, kita juga sering merasa tidak tahu harus berbuat apa terhadap apa yang telah kita lakukan. Karena itu, setidaknya ada solusi sedikit dari penulis tentang berbagai cara kreatif mengolah sampah.
Namun tidak sedikit yang peduli dengan lingkungan yang bersih, salah satunya Bank Sampah Sapari Mandiri Sambong Tengah Mangkubumi kota Tasikmalaya selain peduli lingkungan inovasi dan kreativitas mengolah sampah menjadi nilai ekonomis.
Bank Sampah Sapari Mandiri Sambong Tengah kecamatan Mangkubumi mengolah sampah rumah tangga menjadi souvenir yang memiliki nilai jual.
Produk yang dihasilkan sungguh diluar dugaan seperti tutup botol Air Mineral menjadi Tas, kertas bekas menjadi minatur becak dan sepeda, gantungan kunci pas bunga, gantungan kunci model angklung dan banyak lainnnya.

Direktur Bank Sampah Sapari Mandiri Sambong Tengah Nanang Tarya Somantri mengatakan, sebanyak enam ratus picis dari berbagai item sudah diproduksi ,” ungkapnya kepada waratawan di kediamannya Rabu (12/06/2024).
Nanang menyebut, sampah yang diolahnya menjadi kerajinan yang tidak kalah dari produk buatan luar negeri, sekalipun ini murni hasil dari anggota Sapari Mandiri yang peduli dengan lingkungan yang bersih.
“Plastik dan kertas bekas yang digunakan adalah tutup botol air mineral kaminsulal menjadi kantong keranjang yang cantik selain itu kami juga membuat gantungan kunci dari bahan panel, gantungan kunci berbentuk angklung dari bahan kertas,” jelas Nanang.
Bermula dari lingkungan yang kotor dari sampah, Sapari Mandiri berpikir bagaimana bisa menjadi kerajinan, lalu sampah dipilah barulah dipikirkan kembali agar menjadi layak masih bisa digunakan.
“Ya, seperti mengubah botol, korek gas, bungkus rokok, kardus, dan lain sebagainya disulap menjadi cindramata,” kata Nanang
Namun hasil ini tidak akan menjadi baik ketika pihak pemerintah tidak membantu pemasarannya.
“Minamal prodak kami di bikin contoh di kantor pemerintahan bisa dipajangkan agar bisa membantu memperkenalkan prodak sampah Sapari Mandiri,” pintanya.
Lanjut Nanang, pihak kelurahan Sambongpari mengaku sudah berusaha membantu Bank Sampah Sapari Mandiri Sambong Tengah dengan warung Wangsit untuk menjual Produk Bang sampah Sapari Setiap hari Rabu.
“Orang yang membeli produk kami berarti peduli terhadap lingkungan,” pungkas Nanang.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan