TASIKMALAYA, MNP – Mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat (Semester 6) yang tengah melaksanakan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di PPKH Kecamatan Kawalu, sukses menggelar serangkaian program pemberdayaan lingkungan di RW 08, Kelurahan Cibeuti, Kota Tasikmalaya.
Mengusung misi meningkatkan kesadaran ekologis dan ekonomi, para mahasiswa menghadirkan tiga program unggulan yang menyasar berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak hingga kelompok ibu rumah tangga.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat, 1 Mei 2026, di Madrasah Al-Istiqomah dengan tajuk GELAS (Gerakan Lingkungan Anak Sadar Sampah). Program ini dirancang khusus untuk anak-anak agar mencintai lingkungan sejak dini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sekadar teori, anak-anak diajak terjun langsung dalam Edukasi Interaktif tentang mengenal perbedaan sampah organik dan anorganik.
Selain itu, Workshop Kreatif yaitu mengubah botol plastik bekas menjadi tempat sampah sederhana yang estetik serta Games Memilah Sampah, kompetisi seru mengelompokkan sampah sesuai jenisnya guna mengasah ketangkasan dan pemahaman mereka.
Memasuki pekan kedua, Kamis 7 Mei 2026, mahasiswa berkolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari. Melihat potensi tanaman markisa yang melimpah, mahasiswa menginisiasi program pembuatan jus markisa inovatif.
Dalam sesi ini, para ibu KWT dibekali dengan demo produksi yaitu teknik pengolahan jus yang higienis dan Strategi Packaging tentang edukasi pengemasan agar produk tampil menarik di pasar.
Selanjutnya, Digital Marketing: Pelatihan pemasaran melalui media sosial untuk memperluas jangkauan ekonomi kreatif warga serta Solusi Tuntas Sampah dengan Incinerator Minim Asap “PILAH”
Sebagai puncak sekaligus solusi atas permasalahan krusial di wilayah tersebut, mahasiswa meluncurkan program PILAH (Pengelolaan Limbah Melalui Edukasi dan Pemanfaatan Sampah) di RT 02.
Mengingat belum adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai di wilayah tersebut, mahasiswa berinisiatif membuat dan menempatkan Incinerator Minim Asap. Alat ini menjadi solusi alternatif untuk memusnahkan sampah rumah tangga tanpa mencemari udara secara berlebih.
“Kami berharap kehadiran Incinerator ini dapat mengatasi penumpukan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga, sekaligus menciptakan lingkungan Cibeuti yang lebih sehat dan nyaman,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa PLP.
Melalui ketiga program ini, sinergi antara akademisi dan masyarakat diharapkan tidak berhenti saat masa PLP usai. Inovasi yang telah diletakkan diharapkan mampu mendorong kemandirian warga dalam mengelola lingkungan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan