Inovasi dari Tasikmalaya: Neng Elia Ciptakan ‘Rumah Sampah Estetik’ dari Bambu 

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat, Neng Elia Hernawati, menciptakan inovasi “Rumah Sampah” yang terbuat dari bahan bambu.

Inovasi ini dirancang tidak hanya untuk menjadi solusi ramah lingkungan, tetapi juga untuk membantu membangkitkan perekonomian para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengrajin bambu.

Ide ini muncul setelah Neng Elia melihat kondisi tetangganya, Kusnadi atau yang akrab disapa Mang Atax, seorang pengrajin bambu yang mengeluhkan minimnya pesanan kandang ayam karena pembeli beralih ke bahan galvanis.

“Dari situlah muncul ide untuk bikin rumah sampah. Saya berpikir bagaimana caranya masyarakat pengrajin bambu bisa bangkit lagi dan rumah sampah ini bisa diterima di kalangan masyarakat juga pemerintahan,” ujar Neng Elia saat diwawancarai di kediamannya, Jl. Cilembang, Tasikmalaya, Selasa (28/10).

Berbeda dengan bak sampah plastik yang sulit terurai, Rumah Sampah Bambu ini dianggap Neng Elia memiliki sisi positif yang unggul:

Ramah Lingkungan: Terbuat dari bambu yang mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan.

Mendukung Ekonomi Sirkular: Karena bambu cepat rusak (diperkirakan dalam jangka waktu satu tahun di luar ruangan), ini akan mendorong repeat order dari masyarakat dan perusahaan.

“Itu otomatis bisa membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil yang sekarang lagi sulit mencari ekonomi,” jelasnya.

Membuka Lapangan Kerja: Inovasi ini membantu memberdayakan masyarakat pengangguran.

Untuk menjalankan inisiatif ini, Neng Elia berkolaborasi dengan organisasi Masyarakat Peduli Lingkungan (MarpeL).

Erwin, Ketua Umum MarpeL, menyambut baik ide Neng Elia. Dirinya sangat peduli kepada lingkungan sekitar sampai niat Neng Elia itu sangat mulia memikirkan pengrajin bambu.

“Ya, supaya bisa mendapatkan lagi penghasilan dan sekaligus memikirkan permasalahan sampah,” katanya.

Erwin juga menyoroti bahwa harga Rumah Sampah Bambu lebih murah dibandingkan bak sampah plastik, yang sejalan dengan upaya efisiensi anggaran Pemkot Tasikmalaya.

Mang Atax, pengrajin bambu yang menjadi inspirasi, mengaku sangat terbantu.

“Alhamdulillah dengan adanya program ide dari Bu Neng Elia ini sangat membantu perekonomian saya, kesehariannya ada penghasilan, karena sekarang pesanan kandang ayam dan bangunan lagi tidak ada job,” papar Mang Atax.

Neng Elia berharap inovasinya ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi, agar Rumah Sampah Bambu dapat diterima oleh masyarakat, perusahaan, dan Dinas OPD di seluruh Jawa Barat.

Meskipun demikian, ide cemerlang Neng Elia sudah direspon positif oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya, yang diwakili oleh H. Hanafi, S.H., M.H. dan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Feri Arif Maulana. Neng Elia bersyukur atas respons cepat tersebut.

Kemarin kata Neng Elia, ketika acara Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kota Tasikmalaya rencananya mau kasih cinderamata kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.

“Namun sayang, Rumah Sampah ini mungkin belum ada izin dari Allah SWT untuk sampai langsung ke Gubernur Jawa Barat,” tutup Neng Elia.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya
Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota
BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang
Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat
Menanam Kehidupan: Cara Istimewa Persit KCK Kodim Tasikmalaya Maknai HUT ke-80
Klarifikasi PT KSL: Klaim RKAB Terbit, Bantah Tambang Ilegal dan Tudingan Pencemaran
Bupati Franc Tumanggor Suarakan Pemulihan Hutan Kemenyan di Tengah Sosialisasi PBPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:52 WIB

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

Sabtu, 18 April 2026 - 15:42 WIB

Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Sabtu, 18 April 2026 - 15:00 WIB

Viral Aksi Dugaan Kekerasan di Medsos, Dandim 0612/Tasikmalaya Bantah Keterlibatan Anggota

Sabtu, 18 April 2026 - 13:43 WIB

BPBD Tasikmalaya Dinilai Lamban, Uus Janur Soroti Longsor di SDN Cikembang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Halal Bihalal Kawan Peduli Pendidikan Karib Koreak: Dorong Pendidikan Tasikmalaya Masuk 10 Besar Jawa Barat

Berita Terbaru