Dari Hobi Sederhana Kini Mendunia, MQ Art Bamboo Karya Lokal Bogor Tembus Pasar Internasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Berawal dari hobi sederhana membuat miniatur perahu berbahan bambu, siapa sangka kini MQ Art Bamboo berhasil, serta berkembang menjadi Work Shop kerajinan ekonomi kreatif asal Bogor, yang produknya kini sudah dikenal hingga manca negara.

Didirikan sejak tahun 2013 oleh Micky Mulyadi (Owner MQ Art Bamboo), berlokasi di Situ Gede, Kota Bogor, lahir dari kecintaan Micky, terhadap seni kriya bambu.

Dengan kreativitas dan ketekunannya, bambu yang awalnya seringkali dianggap barang biasa, disulap menjadi berbagai karya seni bernilai estetis tinggi serta berdaya jual.

Beragam produk unik yang dihasilkan dari Work Shop Micky tersebut, mulai dari miniatur Kapal Vinisi, Lukisan Mozaik Bambu, Tumbler Bambu, Gantungan Kunci, Sedotan Ramah Lingkungan, ragam Souvenir.

Tak hanya itu, tercipta produk berbagai kreasi kerajinan custom berbahan dasar Limbah, Bambu, Kayu, Tripleks dan Acrilyc bisa diproduksi di Work Shop nya tersebut.

Micky mengungkapkan, awal dirinya menekuni kerajinan bambu tersebut hanya iseng saja, sekedar untuk mengisi waktu luang nya, mengasah inovasi dan kreativitasnya.

Namun dari hobinya membuat miniatur perahu tadi, justru menjadi awal peluangnya mencoba kreasi menciptakan ragam bentuk karya lain, hingga dirinya mendirikan MQ Art Bamboo pada tahun 2013.

“Awalnya cuma hobi, bikin miniatur perahu dari bahan Bambu. Lama-lama, Saya belajar membuat berbagai kerajinan lainnya, sampai akhirnya berdirilah MQ Art Bamboo, hingga memiliki Work Shop ini,” ujar Micky di hadapan media ini, saat dikunjungi di Work Shop nya, pada Selasa malam (26/5/2026).

Perjalanan usaha tersebut tentu tidak selalu mudah. Namun dengan semangat disertai konsistensi dirinya bersama dua Orang mitra kerjanya, MQ Art Bamboo kini perlahan berkembang, dan mulai dikenal secara luas di beragam kalangan masyarakat.

Sebagai pelaku usaha kreatif lokal, dengan ciri khas di produk seni bambu yang unik, dan berbeda dari usaha sejenis lain yang ditekuninya tadi, produk-produknya saat ini sudah merambah pasar Internasional.

Deretan pasar internasional yang sudah dirambah MQ Art Bamboo tersebut, antara lain. Turki, Belanda, Yunani, hingga ke Kairo (Mesir).

Pencapaian tersebut tak pelak menjadi kebanggaannya tersendiri, sekaligus membuktikan bahwa produk kerajinan lokal asal Bogor, mampu bersaing di pasar global.

Masih menurut Micky juga, Bambu dapat memiliki nilai seni yang tinggi, apabila itu diolah dengan inovasi juga kreativitas seni.

Selain dari ramah lingkungan, Bambu juga berpotensi besar buat dikembangkan, jadi produk Ekonomi Kreatif yang estetis dan bernilai ekonomis tinggi.

Micky pun tak hanya fokus kepada produksi kerajinan, melalui Work Shop MQ Art Bamboo nya itu dirinya pun aktif dalam pemberdayaan para pegiat UMKM. Seperti memberi Pelatihan Kriya Bambu bagi masyarakat, serta para generasi muda di Bogor.

Melalui beragam kegiatan tersebut, Micky berharap semakin banyak anak muda yang mencintai produk lokal, serta mampu memanfaatkan berbagai potensi sumber daya alam, khususnya Bambu, menjadi peluang usaha yang positif dan produktif, serta menghasilkan uang.

Dalam perjalanannya, lebih dari satu dekade, MQ Art Bamboo nya menjadi bukti nyata, bahwa usaha yang lahir dari hobi saja, dapat tumbuh jadi bisnis kreatif yang membanggakannya, juga mengangkat hingga mengharumkan nama baik daerahnya, hingga dikenal orang banyak dari manca negara.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan
DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare
Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26
Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang
Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos
TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare
Saat Air Datang, Harapan Kembali Mengalir: TNI Salurkan Air Bersih untuk 450 Warga Sukarame

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 18:02 WIB

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 September 2026 - 17:51 WIB

DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26

Rabu, 30 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 September 2026 - 10:33 WIB

Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa

Berita Terbaru

Berita terbaru

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:02 WIB

Berita terbaru

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:40 WIB