Tasikmalaya, MNP – Sejumlah masyarakat di Bungursari Kota Tasikmalaya yang biasa mendapat bantuan beras 10kg dari Kemensos mulai mempertanyakan alasan, pada bantuan pangan beras tahun ini tidak menjadi penerima manfaat.
Menyikapi itu, Gugun Gumilar selaku Koordinator Bantuan Beras Kecamatan Bungursari angkat suara. Dirinya menyebut, penyebab utama KPM PKH dan BPNT tidak mendapatkan bansos beras 10 kg adalah karena adanya perubahan data penerima untuk bantuan tersebut.
“Sumber pendataan dari pusat berbeda, tidak diambil dari data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos, tapi dari data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), atau juga keluarga rawan stunting,” jelas Gugun, Sabtu (03/02/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lantaran itu, jika warga yang menanyakan terkait hal tersebut tidak akan bisa dijawab maksimal oleh RT maupun RW setempat. Selain itu terang Gugun, untuk nominal jumlah penerima bantuan berass ada yang naik dan turun.
“Seperti Kelurahan Sukamulya, turunnya hampir 200 orang lebih. Tapi Alhamdulillah hari ini sebagaian sudah didistribusikan untuk Sukamulya Bungursari hampir 100 persen, tinggal beberapa orang,” sebutnya.
“Hanya Kelurahan Sukalaksana yang sampai saat ini belum menyalurkan bantuan beras, rencananya hari Senin tanggal 5 Februari 2024,” jelas Gugun.
Dia pun menjelaskan bantuan beras baru terealisasi bulan Februari, karena berdekatan dengan pemilu, sehingga banyak kendala teknis yang dirasakan.
Namun terang Gugun, dimaksimalkan sebelum tanggal 11 Februari 2024, tepatnya hari tenang kampanye Pemilu tidak ada kegiatan lagi.
“Mudah mudahan, program yang berjalan selama enam bulan ini bisa terlaksana dengan lancar dan sesuai sasaran,” harap Gugun.
Ibu Nani salah seorang penerima bantuan bersyukur, kali ini dirinya bisa mendapatkan beras 10kg. “Alhamdulillah, saya dapat bantuan, berasnya putih dan bagus,” tandas dia.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan