Idul Fitri 3 Pekan Lagi, Harga Melati Membumbung Tinggi, Petani di Pemalang Gigit Jari

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Walau lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah masih 3 Pekan lagi, Pesanan bunga melati mengalami peningkatan drastis. Berdasarkan data per Februari 2026, permintaan bunga tabur meningkat tajam untuk kebutuhan ziarah kubur.

Aktivitas ziarah kubur yang menjadi tradisi menyambut Ramadan dan Lebaran membuat omzet pedagang bunga tabur melonjak.

Disamping itu, Melati Ronce untuk Pengantin juga banjir pesenan, selain bunga tabur, ronce melati untuk perias pengantin juga kebanjiran pesanan, terutama mengingat tingginya permintaan untuk acara pernikahan.

Permintaan tinggi datang dari berbagai kota besar, termasuk Semarang, Bandung, dan Surabaya.

Harga Melati: Tingginya permintaan menyebabkan kenaikan harga. Saat musim ramai, harga bunga melati bisa mencapai angka yang cukup tinggi per kilonya.

Diyah (30) seorang Petani Melati dari Kecamatan Ulujami mengaku, jika menjelang datangnya Lebaran, banyak para bakul (Pedagang) yang berdatangan ke tempat tinggalnya untuk membeli Bunga Melati buat dijual lagi,

“Ada Bakul kesini membeli Bunga Melati dengan harga bagus sampai Rp.110 ribu per kilonya, kalau dijual ke Agen (Pengepul) harganya murah,” ujar Diyah, pada Jum’at (27/2).

Ia mengeluhkan, untuk Lebaran tahun ini tanaman melatinya tidak bisa maksimal atau gagal panen, karena bencana banjir di daerahnya.

“Lebaran tahun ini saya menjual sedikit melati, karena kebon terendam banjir kemarin,” keluhnya sedih.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Petani melati lainnya, Mulyono (60) Lebaran tahun ini, tidak bisa panen cuan seperti tahun kemarin,

“Kebon melati saya kena banjir, bahkan sisa lumpurnya hari ini masih setinggi lutut,” tutupnya tak kalah menyedihkan.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

3×24 Jam! Gerbang Dayak Desak Dua Peladang Hayaping Dibebaskan
Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan
DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare
Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26
Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang
Menolak Lupa G30S: Belajar Sejarah Secara Utuh untuk Menjaga Persatuan Bangsa
Tinggal di Gubuk Reyot Dekat Pusat Pemerintahan, Kasus Siti Nuraenun Jadi Cermin Evaluasi Data Bansos
TBBR Ultimatum Polres Bartim: Bebaskan Dua Peladang Hayaping, Buka Sumber Data 11 Hektare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:55 WIB

3×24 Jam! Gerbang Dayak Desak Dua Peladang Hayaping Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 18:02 WIB

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 September 2026 - 17:51 WIB

DPRD Bartim Cek Lokasi Karhutla Hayaping: Klaim 11 Hektare Dipertanyakan, Hasil Pantauan Sekitar 1 Hektare

Rabu, 30 September 2026 - 13:00 WIB

Dampak Koalisi Gemuk, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Enggan Dukung Petisi 26

Rabu, 30 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Berita Terbaru

Barito Timur

3×24 Jam! Gerbang Dayak Desak Dua Peladang Hayaping Dibebaskan

Kamis, 1 Okt 2026 - 08:55 WIB

Berita terbaru

Komite SMAN 3 Kota Tasikmalaya Ajak Orang Tua Diperkuat Pengawasan

Rabu, 30 Sep 2026 - 18:02 WIB

Berita terbaru

Polsek Malangbong Serahkan Tersangka Kasus Curas ke Polres Tangerang

Rabu, 30 Sep 2026 - 10:40 WIB