Harga Benur Anjlok, Pengusaha Kecil di Pesisir Lampung Selatan Tertekan

Senin, 27 April 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN, MNP – Para pelaku usaha pembibitan benih udang vannamei (benur) di Dusun Pangkul, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, tengah menghadapi tekanan berat.

Harga jual benur yang terus merosot dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak pengusaha kecil kesulitan menutup biaya operasional produksi (BOP), Senin (27/04/2026).

Salah satu pengusaha benur setempat, Moh Ali, mengungkapkan bahwa penurunan harga terjadi cukup drastis. Jika sebelumnya benur dapat dijual dengan harga sekitar Rp 30 per ekor, kini harga tersebut turun menjadi hanya Rp 22 per ekor.

“Penurunan ini sangat terasa. Dengan harga sekarang, kami nyaris tidak bisa menutup biaya produksi,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembibitan di Dusun Pangkul.

Menurutnya, biaya operasional seperti pakan induk, listrik, tenaga kerja, hingga perawatan kualitas air terus meningkat. Namun, harga jual justru bergerak sebaliknya. Kondisi ini membuat banyak pengusaha benur skala rumahan berada di ambang kerugian.

Tidak hanya soal harga, para pelaku usaha kecil juga mengeluhkan persaingan yang semakin ketat dengan perusahaan pembenihan berskala besar yang juga beroperasi di wilayah Lampung Selatan. Kehadiran perusahaan besar dinilai turut memengaruhi stabilitas harga di pasar.

“Kami ini usaha kecil. Ketika perusahaan besar menjual dengan harga rendah, kami tidak punya banyak pilihan selain ikut menurunkan harga, meskipun itu merugikan,” kata Moh Ali.

Para pengusaha benur di kawasan pesisir Lampung Selatan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat. Mereka meminta adanya kebijakan atau intervensi yang dapat menjaga kestabilan harga serta melindungi keberlangsungan usaha kecil.

Beberapa harapan yang disampaikan antara lain penetapan standar harga minimum benur, pengawasan distribusi, serta dukungan dalam bentuk subsidi atau bantuan operasional.

Selain itu, mereka juga berharap adanya pembinaan dan perlindungan terhadap usaha kecil agar mampu bersaing secara sehat dengan perusahaan besar.

“Kalau tidak ada solusi, kami khawatir banyak usaha kecil yang gulung tikar. Padahal, usaha ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di sini,” tambahnya.

Situasi ini menjadi perhatian penting, mengingat sektor pembenihan udang vannamei merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir di Lampung Selatan.

Tanpa langkah konkret, penurunan harga yang berkepanjangan dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya produksi hingga melemahnya rantai pasok industri perikanan budidaya di daerah tersebut.

Pemerintah diharapkan segera turun tangan untuk mencari solusi yang berkeadilan, sehingga keseimbangan antara pelaku usaha kecil dan besar dapat terjaga, serta keberlanjutan sektor ini tetap terjamin.

Loading

Penulis : Jun

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ketum DPP AKPERSI Desak Polres Bogor Tuntaskan Laporan, Siap Mengadu ke Mabes Polri
Polemik Lahan PT SBL Memanas, CV Java Victory Disebut Akui Keliru Masuk Areal Perkebunan
Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal
Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis
Lumiland Dadaha, Suguhkan 5 Juta Lampu, Potensi Jadi PAD Kota Tasikmalaya
Daya Tarik Festival Lumiland Dadaha Potensi Penyumbang PAD Kota Tasikmalaya
Kepala SMPN 1 Petarukan: Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, Tapi Pembentuk Karakter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Ketum DPP AKPERSI Desak Polres Bogor Tuntaskan Laporan, Siap Mengadu ke Mabes Polri

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Polemik Lahan PT SBL Memanas, CV Java Victory Disebut Akui Keliru Masuk Areal Perkebunan

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Dede S.IP Apresiasi Seminar Merajut Nusantara, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Selamatkan Petani dari Ancaman El Nino, Pemkab Enrekang Gandeng Jasindo, 1.590 Ha Padi-Jagung Dijamin Anti Gagal

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Sohibul Iman Soroti Ancaman Konten Instan di Era Digital: Medsos Harus Mencerdaskan, Bukan Melumpuhkan Daya Kritis

Berita Terbaru