Tasikmalaya, MNP – Upacara adat mengawali kegiatan wisudawan/i santri untuk peserta didik yang berada di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al- Hidayah, Minggu (25/06/2023).
Kegiatan tersebut dalam rangka Haplah Musyhadah dan Pelepasan Pendidikan Islam TAAM, TKA, TPA DTA Al – Hidayah yang berada dalam naungan Yayasan Khidayatul Khoer.
Nampak hadir Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi Gerindra Andi Warsandi, Sekda LPPKM BKPRMI kota Tasikmalaya Agus Rivai, Sekmat Cipedes, Beserta tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya Andi Warsandi sangat mengapresiasi serta berbangga hati bisa hadir di hadapan bapak ibu terutama terutama para pendidik madrasah Al-Hidayah.
Menurut Andi, perlu kepedulian yang luar biasa terhadap para guru madrasah di tengah perhatian pemerintah yang belum bisa maksimal.
“Ya, terkait dengan insentif untuk guru-guru madrasah yang mendapatkan Rp.50.000/bulan, itu juga diberikan 6 bulan sekali belum di potong pajak 15 %,” kata Andi.
Di tempat yang sama Sekda LPPKM BKPRMI kota Tasikmalaya Agus Rivai mengucapkan selamat kepada anak anak yang mau wisuda serta kepada TAAM Al-Hidayah yang telah sukses melaksanakan Munakosah dan Wisuda.
Agus pun berharap, kegiatan seperti ini bisa diikuti oleh lembaga lembaga Pendidikan Islam yang berada di Kota Tasikmalaya.
“Kedepannya untuk Al-Hidayah sendiri semoga makin lebih bagus, lebih banyak dan tentunya prestasinya lebih meningkat,” harap Agus.
Sementara itu, Tedi selaku ketua Yayasan Khidayatul Khoer menyampaikan amanatnya kepada para wisudawan/i, khususnya yang akan keluar dari Al-Hidayah.
Saya selaku ketua Yayasan berpesan kepada Adik adik, tumbuhkanlah Iman dan Taqwa serta Akhlakul Karimah.
“Apalagi bagi yang sudah lulus yang melanjutkan sekolah atau pesantren, timbulkanlah rasa kemandirian, toleransi, empati dan juga rasa simpati,” pinta Tedi.
Dirinya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut.
“Salah satunya anggota dewan Andi Warsandi yang memberikan santunan kepada santri Al Hidayah,” ujar Tedi.
Ade Candra selaku perwakilan para kepala sekolah mengatakan, dalam Wisuda ini diberikan beberapa penghargaan, baik itu untuk para pengajar ataupun para santri berprestasi, tersantun sampai santri yang dinilai unik oleh sekolah.
Disinggung penghargaan bagi santri yang unik, dia menjelaskan bahwa arti unik sendiri di sini bukan berarti nakal. Walaupun seperti itu, pihaknya tetap memberikan penghargaan.
“Agar dari anak yang seperti itu kedepannya diharapkan karakter si anak dari nakalnya tersebut menjadi kearah yaang positif,” pungkas Kang Ade sapaan akrabnya ini. (Lex)
![]()









Tinggalkan Balasan