Kota Sukabumi, MNP – Berawal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melakukan audit pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UOBK RSUD R. Syamsudin S.H Kota Sukabumi.
Namun, temuan BPK tersebut menguak masalah besar, pasalnya ratusan karyawan harus mengembalikan uang kepada negara dengan total Rp 7,9 M.
Ketika itu Direktur Utama (Dony Sulifan) RSUD R. Syamsudin S.H pernah mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk memberikan jasa pelayanan kepada seluruh karyawan rumah sakit. Surat dan keputusan tersebut yang menjadi dasar temuan BPK juga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini pertama mencuat ke publik ketika GMNI Sukabumi Raya melakukan audiensi kepada Pj Walikota Sukabumi pada hari Selasa 16 Juli 2024. Sehingga banyak media yang me release.
Alhasil Plt Dirut RSUD R. Syamsudin S.H (Yanyan) menyampaikan kepada media bahwa ternyata kerugiannya mencapai 9,1 M.
Menyikapi itu, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi Raya pada tanggal 17 Juli 2024 sehari sesudah audiensi langsung mengirimkan surat secara resmi kepada BLUD UOBK RSUD R. Syamsudin S.H.
Poinnya mengenai hasil Audiensi dari kesepakatan bersama bahwa akan memberikan jawaban secara tertulis kepada GMNI Sukabumi Raya. Namun sampai saat ini tidak diindahkan oleh pihak Plt Dirut RSUD R. Syamsudin S.H.
Lantaran itu, GMNI Sukabumi Raya menduga ada tindakan yang merugikan BLUD serta tindakan Abuse of Power yang dilakukan oleh Dirut sebelumnya, Dewan Pengawas BLUD UOBK R. Syamsudin S.H dan pemilik BLUD UOBK RSUD R. Syamsudin S.H yaitu Pemerintah Daerah Kota sukabumi.
Adapun Dasar Hukum yang menjadi landasan GMNI Sukabumi Raya dalam mengawal kasus ini yaitu;
• UNDANG-UNDANG NO 9 TAHUN 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan
Pendapat Di Muka Umum
• UNDANG-UNDANG NO 44 TAHUN 2009 Tentang Rumah Sakit
• PERATURAN MENTERI DALAN NEGERI NO 79 TAHUN 2018 Tentang Badan
Layanan Umum Daerah
• PERATURAN WALIKOTA NO 129 TAHUN 2022 Tentang Peraturan Internal Unit Organisasi Bersifat Khusus Rumah Sakit Umum Daerah R. Syamsudin S.H.
Dimana ada beberapa pasal di dalamnya yang dilanggar oleh Eks Direktur Utama RSUD R. Syamsudin S.H (Dony Sulifan), Ketua Dewan Pengawas BLUD UOBK R. Syamsudin S.H (Reni Rosyidah Muthmainnah) dan Pemerintah Daerah Kota sukabumi (Walikota Periode 2018-2023) yang status nya disini sebagai pemilik BLUD.
Maka dengan ini dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Sukabumi Raya (GMNI)
MENDESAK :
1. Bagaimana proses pembuatan SK yang dilakukan oleh Dirut RSUD R. Syamsudin S.H, sebelumnya? apakah Dewan Pengawas mengetahui terkait adanya SK tersebut? karena berdasarkan Peraturan Walikota No. 129 Tahun 2022, segala sesuatu yang terjadi di BLUD UOBK RSUD R.Syamsudin S.H baik mengenai perundang-undangan maupun anggaran harus di ketahui oleh Dewan Pengawas dan Pemerintah Daerah.
2. Dimana peran Dewan Pengawas selama Dirut RSUD Syamsudin S.H sebelumnya (Donny Sulifan) menjabat?
3. Apa alasan membuka Rekening Dinas baru di bank BSI Sukabumi?
4. Kami GMNI Sukabumi Raya menduga adanya praktik koruptif dan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan RSUD R. Syamsudin S.H!
5. Kami GMNI Sukabumi Raya menduga adanya praktik Money Laundry (Praktik pencucian uang) di lingkungan RSUD R. Syamsudin S.H!
6. Kami DPC GMNI Sukabumi Raya Mendesak Ketua Dewan Pengawas (Reni Rosyidah Muthmainnah) untuk MUNDUR karena kami menilai tidak melaksanakan tugasnya dengan baik!
7. Kami DPC GMNI Sukabumi Raya Mendesak Aparat Penegak Hukum segera melakukan penyidikan terhadap Eks Dirut RSUD R. Syamsudin S.H (Donny Sulifan)!
8. Kami menilai adanya kongkalikong atau persekongkokolan antara Eks Dirut RSUD Syamsudin S.H (Donny Sulifan), Ketua Dewan Pengawas BLUD UOBK RSUD R. Syamsudin S.H, (Reni Rosyidah Muthmainnah) , dan Pemilik BLUD UOBK RSUD R. Syamsudin S.H (Walikota Periode 2018-2023) karena adanya pembiaran terbitnya Surat Keputusan yang bermasalah sehingga menimbulkan kerugian Negara sebesar 9,1 M!
9. Kami mendesak agar semua tuntutan kami dijawab secara tertulis serta segera ditindaklanjuti dengan serius!
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan
Sumber Berita : Press Release GMNI Sukabumi Raya









Tinggalkan Balasan