Giat Rembuk Stunting 2024 Terakhir Wilayah Dramaga, Digelar di Desa Neglasari

Selasa, 16 Juli 2024 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP Pemerintah Desa Neglasari Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor menggelar Rembuk Stunting periode 2024 di aula kantor Desanya, Senin (15/7/2024) kemarin.

Kegiatan tersebut merupakan acara kedua kali dari yang sebelumnya, yang pernah dilaksanakan tahun 2022 lalu dan sebagai acara terakhir di wilayah Dramaga untuk tahun anggaran 2024 ini.

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Dramaga, bersama Kasie Pemerintahan serta jajaran Forkopimcam Kec. Dramaga, Bhabinsa Desa Neglasari, Kades Neglasari serta Isteri (Ketua TP PKK Desa Neglasari), Ketua dan pengurus BPD, para Ketua RT dan RW, lalu perwakilan Puskesmas Kec. Dramaga, para Bidan Desa, beberapa Kader Posyandu dan PKK, lalu pendamping desa, para PSM dan para awak media.

Menurut Kades Neglasari, Yayan Mulyana, di Neglasari awalnya pernah terverifikasi ada anak penderita Stunting 9 orang anak, sekarang sisa 7 anak lagi, ditambah angka ada 5 orang Bumil-KEK (Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis).

“Kesemuanya masih terus dipantau serta ditangani secara intensif di wilayah Neglasari tersebut,” ungkap Kades Neglasari.

Dengan diadakanya rembuk Stunting tersebut, menandakan kepedulian pemerintah desa Neglasari, serta pihak terkait pemerintahan di atas nya memang sangat serius, untuk terus mengupayakan pengentasannya (penderita Stunting diwilayahnya : red) hingga Zero Stunting.

“Demi kesehatan yang prima bagi para Balita/Batita di wilayah Neglasari khususnya dan di Dramaga pada umumnya. Untuk pencegahan, hingga penanganan masalahnya, di 27 RT dan 6 RW di Neglasari sekarang, tercatat memiliki 9 Posyandu yang aktif,” katanya.

Di dalam sesi sambutannya, Camat Dramaga, Atep, telah memberikan arahan secara tegas dengan adanya data, di wilayah Neglasari tercatat memiliki 5 Bumil-KEK juga 7 anak Stunting.

“Saya tegas mengarahkan bahwa proses penanganan paripurna kepada bumil-kek, adalah kunci utama meraih keberhasilan pengentasan kasus Stunting itu sendiri,” ujarnya.

Kasus Anak yang tercatat sebagai pengidap Stunting di wilayah Dramaga ada 179 anak. Prioritaskan di proses paripurna penanganannya, lalu sesuaikan atau balance kan antara angka pada data dengan tindakannya.

“Hasil akhirnya pun harus balance antara akurasi di pendataan dengan penanganannya,” tandas Atep.

Pada prinsipnya sambung Atep lagi, Stunting itu merupakan dampak dari tidak terpenuhinya standard pemenuhan kebutuhan gizi, akan asupan gizi yang perlu dipenuhi oleh Ibu yang lagi hamil.

“Itu yang mempengaruhi kondisi tumbuh kembang si janin (bayi) yang dikandungnya, juga kepada kesehatan Ibu hamilnya sendiri. Mulai dari usia kehamilannya Nol bulan hingga ke persalinannya,” bebernya.

Adapun beberapa sumber dari makanan dan minuman yang diperlukan untuk dapat memenuhi standard asupan gizi yang dibutuhkan, antara lain terdapat pada beragam Daging-daging hewan, Ikan, Telur hingga Susu, yang ada pada sumber makanan dan minuman berprotein hewani nya.

Sedangkan makanan dan minuman dari sumber berprotein Nabati di antara nya, beragam lauk pauk dari bahan Kacang-kacangan seperti Tahu, Tempe, Oncom dll.

“Kesemuanya itu, merupakan sumber makanan padat kandungan gizinya. Itu tadi dari metode pemenuhan asupan gizinya ya,” tutur Atep lagi.

Selain yang disebutkan tadi ada lagi, terang Atep, yakni penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekeliling tempat tinggalnya atau di sekitar lingkungan rumah tangganya masing – masing di wilayahnya.

“Agar setiap masyarakat peduli ke situasi dan kondisi sanitasi, serta mau bersama-sama membudayakan hidup yang bersih dan sehat, dengan cara menjaga dan melihara kebersihan lingkungannya, demi kesehatan bersama,” pungkas Atep.

Acara diakhiri dengan sesi dialog interaktif, antara para peserta rembuknya dengan beberapa Nara Sumber dari pihak terkaitnya. Hingga ditutup dengan pemanjatan do’a bersama, dipimpin oleh salah seorang unsur kader kesehatan Desa Neglasari.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Optimalisasi Layanan Kesehatan, Kepala Puskesmas Malangbong Dorong Percepatan Pindah Gedung
Dua Napiter Ikuti Upacara di Lapas Kendal, Teguhkan Langkah dalam Proses Pembinaan
Jelang Pengundian Nomor Cakades Sungapan, Nomor Berapa Bawa Hoki? Waindun : Tak Ada Nomor Sakti!
Cari Bibit Seniman Muda, Polres Lampung Selatan Gelar Lomba Mural Sambut HUT Lalu Lintas ke-71
Raker Srikandi Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya, Edwin: Momentum Perkuat Program dan Konsolidasi Organisasi
Upacara 17 September di Makodim 0612/Tasikmalaya: Hadir untuk Rakyat, Bijak Bermedia, Utamakan Keselamatan
Di Tengah Kemarau El Nino, Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga Tancap Gas Lobi Air Bersih ke Balai Sulsel
Kenang Almarhumah Kanaya, Lagu Karya KDM Pernah Dibawakan di Acara Kenaikan Kelas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:24 WIB

Optimalisasi Layanan Kesehatan, Kepala Puskesmas Malangbong Dorong Percepatan Pindah Gedung

Kamis, 17 September 2026 - 15:48 WIB

Dua Napiter Ikuti Upacara di Lapas Kendal, Teguhkan Langkah dalam Proses Pembinaan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Jelang Pengundian Nomor Cakades Sungapan, Nomor Berapa Bawa Hoki? Waindun : Tak Ada Nomor Sakti!

Kamis, 17 September 2026 - 15:37 WIB

Cari Bibit Seniman Muda, Polres Lampung Selatan Gelar Lomba Mural Sambut HUT Lalu Lintas ke-71

Kamis, 17 September 2026 - 15:30 WIB

Raker Srikandi Pemuda Pancasila Kota Tasikmalaya, Edwin: Momentum Perkuat Program dan Konsolidasi Organisasi

Berita Terbaru