Gegara ini Belasan Emak-emak Kena Teguran Satlantas Pemalang 

Kamis, 17 Juli 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Pemalang menindak kendaraan bak terbuka roda tiga (Tossa) yang membawa penumpang 16 emak -emak. Pasalnya kendaraan yang membawa belasan buruh tanam padi tersebut ditanggap membahayakan keselamatan.

Polisi mengentikan kendaraan tersebut yang melintas di jalan raya Gatot Subroto, depan Sirandu Mall, pada saat digelar Operasi Patuh Candi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pemalang Ipda Widodo Apriyanto mengatakan, jika kendaraan bak terbuka baik roda 4 maupun roda 3, sesuai aturan tidak boleh membawa orang (penumpang) peruntukannya harus sesuai yaitu membawa barang.

“Salah satu pelanggaran yang ditindak dalam operasi patuh candi yaitu kendaraan pick up (bak terbuka) memuat orang, itu kita lakukan tindakan berupa teguran. Karena dapat membahayakan penumpang, apalagi  menggunakan (mobil) bak terbuka untuk memuat orang,” kata Widodo

Ia menjelaskan, pelaksanaan operasi patuh tersebut berlangsung selama 14 hari dimulai 14-27 Juli 2025 secara serentak di seluruh Indonesia termasuk Pemalang. Selain itu, sesuai arahan Kapolda Jateng , agar pelaksanaan operasi dilakukan secara humanis.

“Pelaksanaan operasi patuh ini ada tujuh sasaran prioritas untuk penindakan, salah satunya penggunaan helm tidak berstandar SNI, berkendara di bawah umur dan lainnya, termasuk kendaraan bak terbuka membawa orang, membahayakan penumpang,” imbuhnya.

Selain mobil bak terbuka membawa penumpang, polisi juga menindak sejumlah pelanggar mobil karena tidak mengenakan sabuk pengaman serta pengendara motor di bawah umur serta tidak membawa kelengkapan surat kendaraannya.

Pelanggar lalu lintas Raini (50) yang menaiki bak terbuka tidak menyangka akan ditindak. Ia tidak mengetahui kendaraan bak terbuka adalah sesuatu yang melanggar kecuali barang.

“Ini mau pulang ke rumah dari sawah nanam padi, tidak tahu kalau naik kendaraan kena sangsi tilang tapi Alhamdulillah cukup ditegur dan diperingati,” katanya.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru