Tasikmalaya, MNP – Pertunjukan debus pimpinan Uwa Jabrig dari Paguron Kumaha Uing yang merupakan binaan dari Ormas Manggala Garuda Putih Kab Tasikmalaya menunjukkan kebolehannya di acara Bisa Fest di hotel Santika kota Tasikmalaya, Rabu (20/09/2023).
Atraksi debus ini untuk mengisi Pagelaran Atraksi Seni Budaya Nusantara Direktorat Event Daerah Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Seluruh penonton yang hadir berdecak kagum melihat pertunjukan seperti golok di gesekan ke bagian tubuh leher, tangan, lidah dan tangan kemudian memasukkan jarum ke dalam lidah, kulit pipi dan anggota tubuh lainnya sampai tembus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua ini dilakukan tanpa menyebabkan luka sedikitpun pada tubuh pemain yang melakukan atraksi debus pimpinan Uwa Jabrig.
Elis Lisnawati A.Ma.Pd Ketua Manggala Garuda Putih (MGP) mengatakan, kegiatan Bisa Fest merupakan bentuk kepedulian terhadap para pelaku seni budaya dalam bentuk penyediaan ruang berekspresi dan memberikan motivasi untuk terus bangkit melestarikan seni budaya Sunda terutama Seni Debus.

Menurut Elis, Bisa Fest sebagai upaya mempromosikan pariwisata dan budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).
“Kegiatan juga sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya, khususnya bela diri pencak silat dan seni debus, yang dilakukan orang-orang ahli di bidangnya,” jelas Caleg Demokrat dapil 6 kabupaten Tasikmalaya ini.
Sementara, Pimpinan Paguron Kumaha Uing Uwa Jabrig menyebut, debus pimpinannya akan terus berusaha mempertahankan budaya lokal sebagai warisan leluhur.
“Karena kita tahu debus merupakan salah satu ciri budaya Sunda, yang diwariskan turun temurun yang mesti dipertahankan. Jangan sampai terpinggirkan oleh budaya asing. Intinya, kita harus ngamumule budaya sendiri,” tegasnya.

Ditempat sama, Lili Somantri ketua Bina prestasi Pencak silat Manggala Garuda Putih Kab Tasikmalaya mengucapkan syukur, anak anak yang ikut tampil di acara Bisa Fest bisa menampilkan yang terbaik.
Lili berharap, para pesilat untuk terus meningkatkan kemampuan dengan menambah waktu latihan dengan lebih disiplin, berlatih dan berlatih.
“Untuk menjadi pesilat yang mampu membawa nama baik daerah pada event-event tingkat daerah, nasional dan bahkan internasional,” tandasnya.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan