Tasikmalaya, MNP – Forum Silaturahmi (Forsil) RTRW melakukan audiensi ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tasikmalaya, Kamis (17/04/2025).
Acara ini dalam rangka menyampaikan informasi dan aspirasi masyarakat, khususnya terkait dengan pengelolaan Zakat yang dihimbau atau diinstruksikan Baznas saat menjelang Idul Fitri kemarin.
Ketua Forsil RTRW Deden Tazdad mengatakan, dua pekan lalu pihaknya minta kejelasan ke Baznas, kaitan tupoksi, pengumpulan dan pengelolaan zakat dan Tasik Bersedekah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasalnya, informasi yang Forsil RTRW tampung memang dengan kondisi Baznas sekarang berefek kaitan hal-hal informatif, edukatif ke publik.
“Disini harus ada kolaborasi di seluruh lini masyarakat, untuk edukasi masif kaitan zakat yang belakangan jadi polemik,” kata Deden Tazdad.
Forsil RTRW mengaku puas dengan hasil audiensi saat mendengar hasil pemaparan dari pihak Baznas, termasuk jawaban yang menjadi isu liar di masyarakat yaitu terkait kepanitiaan Tasik Bersedekah.
“Baznas hanya menerima laporan, share dari tiap Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) wilayah dan Baznas kembalikan lagi ke publik, namun karena tak semua masyarakat melek, jadi ada miss informasi,” jelas Deden Tazdad.
Lanjutnya, terkait dengan UPZ yang secara legal formal sah di SK-kan Baznas, Forsil RTRW memberi masukan supaya komunikatif, termasuk ke RT/RW.
“Tidak hanya itu, dalam menentukan UPZ harus selektif khususnya dalam SDM, karena masyarakat begitu heterogen, jadi harus benar-benar komunikatif dan koordinatif,” harap Deden Tazdad.
Di tempat sama Nasihin, S.IP. selaku Ketua Baznas Kota Tasikmalaya. mengatakan, pihaknya sadar betul harus memperbanyak sosialisasi dan mengedukasi.
“Kami sadar betul Baznas harus gencar edukasi, lewat lembaga yang ditetapkan khususnya masalah pemahaman Masyarakat melalui Baznas pencatatan dan pendistribusian,” kata Nasihin.
“Nah kita ada UPZ di tiap wilayah, DKM, Kelurahan hingga Kecamatan. Kita bertahap kedepannya lebih bisa memberi edukasi supaya pelaksanaan zakat bisa lebih optimal,” harapnya.
Nasihin menyebut, potensi Zakat Maal kurang lebih Rp 114 Miliar, di dalamnya termasuk zakat profesi, infak dan sodakoh, Rp 45 miliar.
“Tahun 2024 ini baru Rp 7,78 miliar. Sudah disalurkan, ke 8 Asnaf melalui 5 program, Tasik Cerdas, Tasik Sehat, Tasik Sejahtera, Tasik Karakter, Tasik Peduli. Sudah terealisasi,” beber Nasihin.
Terpisah, Irfan Ramdani.,S.Pd salah satu tokoh pemuda sekaligus Pemerhati Kebijakan menambahkan, dirinya mengapresiasi Baznas yang sudah mau menerima masukan dan saran.
“Kami berharap kedepannya UPZ DKM perannya bisa di optimalkan,” ungkap Irfan.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan