Sukses Jaga Mawas, Pakpak Bharat Kini Lirik Potensi Wisata Buru Hewan Non-Dilindungi.

Senin, 11 Mei 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKPAK BHARAT, MNP – Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, secara resmi membuka Rapat Rencana Pemetaan Potensi Areal Preservasi Wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menghitung potensi perlindungan ekosistem di wilayah tersebut.

Rapat yang digelar bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara ini bertujuan untuk memetakan kawasan yang akan dijadikan area konservasi demi keberlangsungan keanekaragaman hayati.

Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Kabupaten Pakpak Bharat memiliki modal lingkungan yang luar biasa.

Dengan kondisi wilayah yang hampir 80 persen berupa kawasan hutan, peluang untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat konservasi sangat besar.

Novita juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat atas konsistensinya dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi.

Salah satu pencapaian yang menonjol adalah suksesnya pembangunan jembatan kanopi di jalur Lagan-Pagindar.

“Setelah dua tahun bekerja sama dengan TaHuKaH, ada kabar gembira di mana Orang Utan Sumatera atau Mawas kini mulai melintasi jembatan kanopi buatan. Yang lebih membanggakan, sejauh ini tidak ada konflik antara mawas dengan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi hal ini,” ujar Novita.

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyambut baik rencana pengembangan kawasan konservasi tersebut.

Ia berharap langkah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Menariknya, Bupati Franc yang juga memiliki hobi di bidang pelestarian satwa, melihat peluang bisnis lain yang menjanjikan di luar sektor konservasi murni, yakni pengembangan wisata buru untuk hewan yang tidak dilindungi.

“Kita harus hidup berdampingan dengan satwa. Saya melihat potensi hutan kita yang sangat besar bisa dikembangkan menjadi wisata, mungkin wisata buru bagi hewan yang tidak dilindungi. Ini adalah bisnis yang menjanjikan,” ungkap Bupati.

Bupati mencontohkan kondisi di kawasan eks-operasional TPL yang kini menunjukkan peningkatan populasi satwa seperti rusa dan siamang. Menurutnya, beberapa titik seperti Siranggas atau Sicike-cike sangat potensial untuk dikembangkan.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat berkomitmen untuk mendukung penuh program ini, termasuk melalui penerbitan Peraturan Daerah (Perda).

“Prinsipnya saya setuju Pakpak Bharat memiliki kawasan konservasi. Intinya pasti kami dukung, termasuk dengan menerbitkan Perda. Sepanjang untuk kepentingan bangsa dan negara, kita dukung sepenuhnya,” pungkas Bupati.

Acara ini diharapkan menjadi titik awal terciptanya keseimbangan antara perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola hutan yang inovatif.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan”, Kapolres Cup 2026 Jadi Ajang Persaudaraan dan Olahraga
Ledakan Riset dari Enrekang! UNIMEN Sapu Bersih Juara 1 Klaster Madya Sultanbatara
PT Kertawira Sera Lestari Serahkan Ambulance untuk Desa Ring Satu Tambang
Dari Rakor Inflasi Nasional hingga Persiapan Idul Adha, Bupati Jeneponto Perkuat Koordinasi Daerah
Istri di Tasikmalaya Polisikan Suami: Ketahuan Nikah Siri Usai Ditelepon Pelakor
Syiar Islam, RPA CV Assalam Family Gelar Kajian Kitab Tijan
Pasca Rapat Internal, PD IWO Inhu Resmi Laporkan Bujang Mas ke Mapolres
Ada Apa dengan Kursi Wabup Ciamis? Yayasan Maung Bodas: Rakyat Berhak Tahu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:06 WIB

Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan”, Kapolres Cup 2026 Jadi Ajang Persaudaraan dan Olahraga

Senin, 11 Mei 2026 - 20:52 WIB

Ledakan Riset dari Enrekang! UNIMEN Sapu Bersih Juara 1 Klaster Madya Sultanbatara

Senin, 11 Mei 2026 - 18:04 WIB

Sukses Jaga Mawas, Pakpak Bharat Kini Lirik Potensi Wisata Buru Hewan Non-Dilindungi.

Senin, 11 Mei 2026 - 14:54 WIB

PT Kertawira Sera Lestari Serahkan Ambulance untuk Desa Ring Satu Tambang

Senin, 11 Mei 2026 - 14:17 WIB

Dari Rakor Inflasi Nasional hingga Persiapan Idul Adha, Bupati Jeneponto Perkuat Koordinasi Daerah

Berita Terbaru