Tasikmalaya, MNP — Setelah melewati masa penantian panjang selama kurang lebih empat tahun, Pertashop dengan kode 3P46117 yang berlokasi di wilayah Bantarsari akhirnya resmi beroperasi pada Rabu, 17 Desember 2025.
Peresmian ini menandai berakhirnya status mangkrak fasilitas tersebut yang sebelumnya terkendala persoalan regulasi perizinan.
Kehadiran Pertashop Bantarsari menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat setempat. Selama bertahun-tahun, warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan beroperasinya Pertashop ini, akses masyarakat terhadap BBM kini menjadi lebih dekat, mudah, dan terjamin.
Pertashop merupakan salah satu program strategis Pertamina yang dirancang untuk memperluas jaringan distribusi energi hingga ke wilayah pedesaan dan daerah yang belum terjangkau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan energi masyarakat, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengawas Pertamina, Dendi Perdiansyah, S.Pd., menjelaskan bahwa keterlambatan operasional Pertashop Bantarsari disebabkan oleh kompleksitas perizinan.
Salah satu faktor utama adalah perbedaan jenis dan mekanisme distribusi BBM yang dijual di Pertashop dibandingkan dengan SPBU pada umumnya.
“BBM yang dijual di Pertashop memiliki karakteristik dan regulasi tersendiri. Hal ini menuntut penyesuaian dalam aspek administrasi, teknis operasional, hingga pengawasan distribusi, sehingga proses perizinannya memerlukan waktu yang tidak singkat,” ujar Dendi.
Ia menambahkan, selama seluruh persyaratan belum terpenuhi secara menyeluruh, izin operasional tidak dapat diterbitkan.
Namun, melalui koordinasi lintas pihak dan pemenuhan regulasi yang berlaku, seluruh kendala tersebut akhirnya dapat diselesaikan.
Selama masa mangkrak, bangunan Pertashop Bantarsari sempat menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Banyak warga mempertanyakan kepastian operasional fasilitas tersebut. Kini, dengan dibukanya Pertashop secara resmi, harapan masyarakat pun kembali tumbuh.
Selain mempermudah akses BBM, Pertashop Bantarsari diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Operasionalnya berpotensi membuka lapangan kerja baru, mendukung aktivitas usaha kecil, serta membantu sektor pertanian dan perikanan yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM.
Meski demikian, di balik peresmian tersebut, muncul pula perhatian dari sebagian masyarakat terkait aspek infrastruktur lingkungan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya mengenai saluran drainase di sekitar lokasi.
“Dulu di depan lokasi ini terdapat saluran drainase yang berfungsi dengan baik. Namun setelah adanya SPBU, saluran tersebut seolah tertutup atau diurug. Padahal, secara logika, di sepanjang jalan utama biasanya terdapat drainase di sisi kanan dan kiri untuk mengantisipasi banjir,” ujarnya.
Warga tersebut berharap dinas terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan bahwa fasilitas umum, khususnya drainase, tetap berfungsi sebagaimana mestinya demi kepentingan masyarakat luas.
Pertamina melalui pengawas lapangan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap operasional Pertashop, baik dari sisi distribusi, kualitas BBM, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Diharapkan, Pertashop 3P46117 Bantarsari dapat beroperasi secara berkelanjutan, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
![]()
Penulis : Arrie Haryadi
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan