Edukasi Penyakit TBC, Mahasiswa Universitas BTH Adakan Penyuluhan di Kel Sukarindik

Selasa, 5 Maret 2024 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Mahasiswa Universitas BTH (Bhakti Tunas Husada) bekerjasama dengan Puskesmas Sukalaksana Kota Tasikmalaya menggelar penyuluhan Tuberkulosis (TBC), Selasa (05/03/2024).

Acara yang berlangsung di GOR Kelurahan Sukarindik Kecamatan Bungursari ini dalam rangka Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD).

Solihul Jabar Sarjana Perawatan Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Sukalaksana mengatakan, sebetulnya penyuluhan ini menjadi tupoksi UPTD dalam hal ini kelurahan yaitu menjadi tanggung jawab Puskesmas.

“Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Universitas BTH yang berkenan menitipkan mahasiswa/i dalam rangka PKMD di RW 01 Kelurahan Sukarindik,” ucap Solihul.

Dijelaskan, puskesmas itu satu satunya unit pelaksana teknis dinas yang mempunyai tanggung jawab wilayah diantaranya yang sekarang dilaksanakan oleh mahasiswa/i.

“Alhamdulillah kami merasa sangat terbantu bahwa yang konsen terhadap tema kesehatan ini tidak hanya dari kami atau dinas, tapi juga dari akademik yaitu Universitas Bhakti Tunas Husada,” ungkapnya.

Solihul menyebut, dalam hal kegiatan sekarang mahasiswa ingin memberikan pencerahan/penyuluhan pendidikan kesehatan terkait penyakit TBC yang menular disebabkan oleh bakteri.

Diakui Solihul, TBC masih menjadi problem, dimana kesehatan lingkungan menjadi masalah dan menjadi faktor pendukung dari penyebab penyakit Tuberkulosis.

“Kalau lingkungannya masih di bawah standar masih akan terus ada penyakit Tuberkulosis, juga potensinya tinggi sekali untuk menularkan sampai ke sepuluh orang, ini penyakit kronis,” bebernya.

TBC sendiri tidak bisa langsung sembuh sekali dua kali berobat, tapi memerlukan jangka waktu yang lama minimal 6 bahkan 9 bulan.

“Bahkan, dalam rentan waktu penyembuhan, ditakutkan takutnya menularkan ke yang lain, karena ada kontak, sehingga kata rantai harus diputus,” tegas dia.

Adapun lanjut Solihul, yang menjadi tolak ukur standar pelayan minimal untuk pelayanan TB ini 100% yang terduga harus di layani. Sedangkan, kalau yang suspek di bawah 200 sekitar 182 itu minimal terlayani.

“Alhamdulillah di tahun kemarin wilayah Puskesmas Sukalaksana itu dua kelurahan bisa terlayani semua,” sebut Solihul.

Dadang Suherman Ketua pelaksana acara penyuluhan mengatakan, untuk penyuluhan ini inisiatif mahasiswa dari PKMD kelompok 1 dan kelompok 8.

“Untuk besoknya kita mengelola data yang telah dicapai dari hari hari sebelumnya, langsung pelaporan ke puskesmas Sukalaksana,” terang Dadang.

Dirinya berharap, penyuluhan ini untuk menambah wawasan kepada masyarakat tentang penyakit TBC, berikut pemeriksaan lebih lanjut ke ibu hamil.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini membantu masyarakat RW 01 Sukarindik mendapatkan ilmu menambah wawasan untuk di salurkan ke setiap masyarakat,” harap Dadang.

Faisal Putra Kusuma Ketua kelompok 1 Bina Wilayah RT 3 ,4, 5 dan 7 RW 01 Sukarindik menjelaskan, agenda Program Kampus PKMD 2023-2024 untuk membangun kesehatan masyarakat desa.

“Kita tempuh waktu 2 Minggu selama berjalannya PKMD ini, alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan Karang Taruna, RT dan RW, sehingga atas bantuannya kami bisa lebih mendapatkan akses dan perspektif positif dari masyarakat,” ujar Faisal.

Tak lupa, pihaknya mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya dengan MoU dari Universitas BTH dan Puskesmas Sukalaksana yang dapat menyelenggarakan acara program PKMD ini dan kelurahan serta RT RW setempat.

“Khususnya di RW 01 Sukarindik juga masyarakat yang telah menyambut kedatangan kami sebagai mahasiswa untuk melaksanakan program PKMD,” ungkap Faisal.

Ditempat sama, Lurah Sukarindik Ayi Rahmatillah menuturkan, dalam praktik di kelurahan ini diharapkan mahasiswa bisa membawa ilmu dan menularkan ke masyarakat.

“Sehingga masyarakat bisa mengerti apa bahayanya TBC, lalu membuka wawasan kepada masyarakat tentang ilmu kesehatan dalam penyuluhan penyakit menular ini agar bisa preventif mencegah jika terjangkit,” tandas Ayi.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Pimpin Semarak Hari Jadi ke-163
Judi “Gasper” Menggurita di Tanah Jawa: Aparat Diuji, Masyarakat Resah
Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya
Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3
Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?
Kawal Proses PK-2 di Mahkamah Agung, Usut Dugaan ‘Kongkalikong’ Mafia Tanah Tol Cisumdawu
Babak Baru Kasus Pelecehan Pedagang Bakso: Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Kunci
Tergiur Imbalan, Karyawan Swasta di Garut Kota Nekat Jadi Perantara Narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:25 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Pimpin Semarak Hari Jadi ke-163

Minggu, 26 April 2026 - 19:42 WIB

Judi “Gasper” Menggurita di Tanah Jawa: Aparat Diuji, Masyarakat Resah

Minggu, 26 April 2026 - 13:51 WIB

Manfaatkan Potensi Alam, Situ Batu Mongot Digadang Jadi Ikon Wisata Baru di Kota Tasikmalaya

Minggu, 26 April 2026 - 10:49 WIB

Pantura Pemalang Kembali Telan Korban Jiwa, Rizal Bawazier Desak Polisi Tindak Tegas Truk Sumbu 3

Minggu, 26 April 2026 - 10:28 WIB

Otonomi Daerah Jangan Jadi Formalitas: Kendaraan Perusahaan, Pajak Kemana Mengalir?

Berita Terbaru