P2MB Mahasiswa di Kelurahan Sukarindik, UPI Datang Stunting Berkurang 

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Peduli Stunting dari Universitas Pendidikan Indonesia. (Poto: Momon Suparman)

Mahasiswa Peduli Stunting dari Universitas Pendidikan Indonesia. (Poto: Momon Suparman)

Tasikmalaya, MNP – Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) di Wilayah Kelurahan Sukarindik Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.

Tentunya, kehadiran mereka membawa angin segar ditengah kasus stunting yang kembali naik di Kota Tasikmalaya. Pasalnya, tema yang diusung sangat pas yaitu Maha Penting (Mahasiswa Peduli Stunting) berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dadan Nugraha, M.Pd mengatakan, dengan tema yang diberikan oleh kampus, mahasiswa melakukan berbagai kegiatan diantaranya tentang kampung keluarga berkualitas, rumah dataku dan dahsyat (dapur sehat) yang intinya terkait P2MB.

“Saya berharap, dengan isu krusial di Kota Tasikmalaya bisa memberikan kontribusi terhadap masyarakat luas, khususnya di wilayah Kelurahan Sukarindik. UPI datang stunting berkurang,” ungkap Dadan, Selasa (14/05/2024).

Ditempat sama, Lurah Sukarindik Ayi Rahmatilah menuturkan, dengan kehadiran mahasiswa diharapkan bisa mengeksplore, terutama dengan dengan pengentasan stunting.

Poto bersama usai serah terima mahasiswa P2MB

Menurut Ayi, stunting adalah isu nasional yang harus dibereskan oleh semua pihak, termasuk di Kelurahan Sukarindik, harus didata ulang, apa betul disini masih ada stunting.

“Tidak hanya fokus dalam Stunting, mahasiswa juga bisa mengajar di PAUD atau SD, bahkan panitia bansos beras. Selain itu, peserta KKN ini juga menjadi instruktur senam rutin yang biasa diadakan di kawasan wisata tematik Sukarindik,” imbuhnya.

Sementara itu, Eri Kurnia perwakilan mahasiswa menjelaskan, kegiatan di Kelurahan Sukarindik ini fokus terhadap stunting sekaligus membantu Kelurahan dan mengedukasi para RW/RT tentang cara menangani stunting.

Eri mengatakan, mahasiswa KKN sudah mengikuti beberapa kegiatan di masyarakat seperti gotong royong pembersihan lingkungan dan lainnya.

“Tim kami terdiri dari 10 orang, 4 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Kami berharap kasus stunting berkurang di Kelurahan Sukarindik,” tandasnya.

Loading

Penulis : Gobreg

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Saat Sang Merah Putih Berkibar, Semangat Pancasila Kembali Diteguhkan di Tasikmalaya
Semrawut dan Menjuntai, Kabel Fiber Optik di Depan Perum Andalusia Bahayakan Pengguna Jalan
Ketua BBC Kota Tasikmalaya Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Galih LS
Satu Laporan, Tiga Tersangka Tertangkap: 110 Polri Jadi Gerbang Pengungkapan Kasus Narkoba di Palas
Larangan Memulai Pekerjaan Mendahului Tahun Anggaran
Septyan Hadinata: Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara, Tetapi Tarekat Kebangsaan
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Pimpin Upacara Harlah Pancasila 2026 Tingkat Kabupaten Pakpak Bharat
Konsisten Berbagi, CV Assalam Family Rutin Gelar Santunan di Bantarsari Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:36 WIB

Saat Sang Merah Putih Berkibar, Semangat Pancasila Kembali Diteguhkan di Tasikmalaya

Senin, 1 Juni 2026 - 19:40 WIB

Semrawut dan Menjuntai, Kabel Fiber Optik di Depan Perum Andalusia Bahayakan Pengguna Jalan

Senin, 1 Juni 2026 - 18:54 WIB

Ketua BBC Kota Tasikmalaya Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Wafatnya Galih LS

Senin, 1 Juni 2026 - 15:54 WIB

Satu Laporan, Tiga Tersangka Tertangkap: 110 Polri Jadi Gerbang Pengungkapan Kasus Narkoba di Palas

Senin, 1 Juni 2026 - 15:42 WIB

Larangan Memulai Pekerjaan Mendahului Tahun Anggaran

Berita Terbaru

Ilustrasi - AI

Barito Timur

Larangan Memulai Pekerjaan Mendahului Tahun Anggaran

Senin, 1 Jun 2026 - 15:42 WIB