TASIKMALAYA, MNP – Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat.
Kali ini, mereka menggelar program bertajuk “Pemberdayaan Keluarga Tangguh Melawan Stroke dalam Meningkatkan Kemampuan Kognitif Motorik dan Bicara Pasien Pasca Stroke”.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa (18–19 Mei 2026), di wilayah kerja Puskesmas Kawalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari kader kesehatan serta keluarga yang merawat pasien stroke di rumah (caregiver) hadir memadati lokasi acara.
Mereka dibekali ilmu dan keterampilan agar mampu mendampingi proses pemulihan pasien secara mandiri dan optimal.

Program ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Yanti Cahyati, S.Kep., Ners., M.Kep., bersama anggota tim dosen Jurusan Keperawatan, yaitu Ida Rosdiana, M.Kep., Ns.Sp.Kep.M.B., dan Yudi Triguna, S.Kep., Ners., M.Kep.
Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Program Studi Profesi Ners serta bersinergi penuh dengan pihak Puskesmas Kawalu.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep dasar stroke dan dampaknya terhadap kondisi pasien yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kawalu dr. Budy Nugraha, M.Mkes.
Materi tersebut membahas pemahaman dasar mengenai stroke, faktor risiko, komplikasi, hingga pentingnya penanganan dan rehabilitasi pasca stroke secara berkelanjutan di rumah.
Kepala Puskesmas Kawalu, dr. Budy Nugraha, M.Kes., memaparkan materi mengenai faktor risiko, komplikasi, hingga pentingnya rehabilitasi berkelanjutan di rumah.
Sementara itu, materi Perawatan Dasar Pasien disampaikan Yudi Triguna yang menjelaskan pentingnya latihan fisik, pemeriksaan tekanan darah rutin, pengendalian gula darah dan kolesterol, serta pengaturan pola makan sehat.
Selanjutnya, Yanti Cahyati membahas tentang Rehabilitasi Fisik & Bicara dengan memberikan materi krusial mengenai latihan rentang gerak (Range of Motion/ROM), latihan bicara, latihan menelan, serta teknik pemberian makan yang aman bagi pasien dengan gangguan menelan.
Terakhir Ida Rosdiana dengan materi Dukungan Psikologis & Pencegahan yang menekankan pentingnya dukungan emosional dan sosial dari keluarga untuk mengatasi kecemasan pasien, menjaga motivasi, sekaligus strategi mencegah stroke berulang.
Praktik Langsung di Hari Kedua. Tidak sekadar teori, pada hari kedua fokus beralih pada pelatihan praktis dan simulasi.
Didampingi oleh para dosen dan mahasiswa, para caregiver dan kader dilatih secara langsung mempraktikkan teknik ROM untuk mencegah kekakuan sendi, latihan komunikasi, hingga simulasi pemberian makan yang aman guna menghindari risiko tersedak atau aspirasi.
“Keterlibatan keluarga adalah salah satu kunci utama keberhasilan pemulihan pasien stroke agar mereka bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih normal,” ujar Ketua Tim, Yanti Cahyati.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang acara, ditandai dengan sesi diskusi yang interaktif dan keaktifan mereka saat sesi simulasi keperawatan.
Melalui program ini, Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya berharap para keluarga dan kader kesehatan di wilayah Kawalu dapat menjadi lebih siap, sigap, dan mandiri.
Dengan perawatan yang tepat dan dukungan emosional yang optimal di rumah, kualitas hidup pasien pasca-stroke diharapkan meningkat, sementara risiko komplikasi maupun serangan stroke berulang dapat diminimalkan.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan








Tinggalkan Balasan