ENREKANG, MNP – Pengelolaan Dana Desa menjadi sorotan warga Desa Lebang, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang! Proyek drainase yang digadang-gadang sebagai solusi banjir ternyata hanya menjadi “lubang hitam” yang menghabiskan dana desa.
Pekerjaan drainase pada selokan besar di Dusun Lebang telah empat kali dianggarkan, namun hasilnya? Nol besar!
Sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proyek drainase ini seperti “bola liar” yang terus bergulir tanpa hasil nyata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua kali dianggarkan untuk drainase, dua kali lagi untuk pengerukan, namun selokan besar itu masih saja tertimbun tanah dan lumpur.
“Ini benar-benar mubazir! Dana desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat malah dihabiskan untuk proyek yang tidak jelas,” kata sumber tersebut dengan nada kekecewaan, Kamis (05/02).

Warga Desa Lebang menuding bahwa pengerjaan drainase ini tidak mempertimbangkan teknis yang tepat. “Pengerukan seharusnya dimulai dari hilir, tapi yang dilakukan malah sebaliknya,” tambahnya.
Hasilnya, drainase yang diharapkan menjadi solusi banjir justru tidak ada perubahan malah bertambah dangkal dan hanya memperparah masalah. Kejadian ini menimbulkan kemarahan warga Desa Lebang.
“Kami ingin keadilan! Kami ingin dana desa digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang,” tegas sumber tersebut.
Warga menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa. Pasalnya, desa Lebang memiliki potensi besar untuk berkembang, namun pengelolaan dana desa yang tidak transparan dan tidak akuntabel dapat menghambat kemajuan desa.
Warga Desa Lebang berharap agar aparat terkait dapat segera mengambil tindakan tegas dan transparan dalam menangani kasus ini. “Kami tidak ingin lagi ada proyek mubazir di Desa Lebang!,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan