Tasikmalaya, MNP – Dinas Pengendalian Pendukung Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tasikmalaya mengadakan sosialisasi Rumah Data Kependudukan (Rumah Dataku).
Hasriyadi S.Sos Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Sejahtera DPPKBP3A Kota Tasikmalaya mengatakan, sosialisasi ini dalam rangka menjadikan data sebagai acuan/dasar dalam pembangunan.
“Seringkali dalam melakukan sebuah perencanaan pembangunan jarang berbasis data, dengan rumah dataku ini isinya adalah data tentang kependudukan,” kata Hasriyadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada 7 klaster data yang harus ada di dalam rumah dataku diantaranya tentang kualitas kuantitas penduduk, administrasi kependudukan, pembangunan keluarga/kependudukan, perpindahan penduduk dan berkaitan dengan potensi desa/kelurahan rumah.
“Data tersebut akan disimpan di Kampung KB (Keluarga Berkualitas),” jelas Hasriyadi di Gedung Galih Prawesti, Jumat (06/12/2024).
Kota Tasikmalaya sampai saat ini sudah terbentuk 69 kampung KB di seluruh kelurahan,” artinya kita untuk kelurahannya sudah 100 persen semuanya memiliki kampung KB,” ucapnya.
Untuk kesempurnaan sebuah kampung KB adanya rumah data kependudukan di dalamnya dengan banyak manfaat bagi masyarakat, karena di situ tersimpan data tentang keluarga juga masyarakat.
Rumah Dataku juga bermanfaat bagi kelurahan, karena terdapat data rencana pembangunan, bisa melihat jumlah anggota keluarga yang ada di dalam kelurahannya, termasuk jumlah jalan.
“Tadi kita lihat di data itu juga bisa mengetahui jenis jalan yang ada di suatu kelurahan dan sebagainya, sehingga mempermudah mencari data di lingkup kelurahan,” bebernya.
Basis data tersebut lanjut Hasriyadi, dijaring langsung oleh para kader di lapangan, kemudian di input di SIGA (Sistem Informasi Keluarga) lalu ditarik ke aplikasi/web Rumah Dataku.
Di Kota Tasikmalaya baru ada 55 terakhir data yang masuk, meski demikian diharapkan seluruh kampung di 69 kelurahan semuanya harus masuk data ke Rumah Dataku.
Hasriyadi menyebut, dalam sosialisasi ini dipraktekan tentang bagaimana input data ke web Rumah Dataku, juga dilatih menarik data dalam web kemudian disajikan dalam bentuk infografis.
“Nanti di kampung KB mestinya ada sekretariat Rumah Dataku, tiap dindingnya dipajang data tentang yang ada di web, lalu di print, kemudian kita pajangkan di sekretariat Rumah Dataku yang ada di kampung KB,” tutup Hasriyadi.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan