Bogor, MNP – Kabar heboh mengguncang Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat, Yusup Sulaeman seorang pegawai gadungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah memeras salah satu pejabat.
Namun, saat digiring KPK dan Polres Kabupaten Bogor, Yusup Sulaeman membantah melakukan pemerasan terhadap sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Enggak ada (pemerasan),” kata Yusup kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat dinihari (26/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yusup menyebut ada banyak permainan dalam pengadaan barang dan jasa yang diduga dilakukan para pejabat di Pemkab Bogor.
“Ya, bukan rahasia umum lagi lah kalau itu permainan pejabat-pejabat, e-katalog itu,” tuturnya.
Yusup pun mengungkapkan, dirinya mengetahui adanya dugaan permainan itu dari rencana anggaran di Dinas Pendidikan Pemkab Bogor.
“(Tahu ada kasus) Dari rencana anggaran dewan (Rp) 600 miliar. Dinas Pendidikan,” pungkas Yusup.
Diketahui, Yusup Sulaeman ditangkap tim KPK pada Kamis siang (25/7) di sebuah rumah makan di Kabupaten Bogor.
Penangkapan ini dilakukan setelah KPK mendapat informasi dari seorang pejabat di Pemkab Bogor yang mengaku diperas oleh Yusup Sulaeman yang mengaku-ngaku sebagai pegawai KPK.
“Atas laporan dimaksud, KPK menurunkan tim yang terdiri dari penyelidik, penyidik, dan inspektorat, untuk memastikan apakah orang tersebut benar-benar merupakan pegawai KPK atau bukan,” kata Tessa kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis sore (25/7).
Dari hasil klarifikasi sementara, didapat kesimpulan bahwa Yusup Sulaeman bukan merupakan pegawai KPK, dan hanya beroperasi sendiri.
![]()
Penulis : Asep Didi
Editor : Redi Setiawan
Sumber Berita : RMOL









Tinggalkan Balasan