Demo Guru Honorer Ancam Mogok Ngajar, Ini Hasil Perjuangan FHGTK Tasikmalaya

Kamis, 30 Juni 2022 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Tasikmalaya – Aksi damai ribuan guru honorer yang melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Tasikmalaya akhirnya mendapat titik terang.

Poin penting dihasilkan para Korcam Forum Honorer Guru Tenaga Kependidikan (FHGTK) Tasikmalaya yang telah mengkondusifkan anggotanya diantaranya, bagi anggota yang sudah Passing Grade (PG) maka menurut Sekretaris Daerah bisa dikatakan sangat aman.

Selain itu, untuk anggota yang belum PG dan belum ikut seleksi PPPK, maka untuk formasi bisa dikatakan aman, dengan mengacu pada keputusan dalam MoU abrara daerah dan Pusat. Terakhir, pengurus dan korcam akan mengawal tentang pengawalan Formasi sampai tanggal 8 Juli 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, hari ini Kamis (30-06-2022), beragam poster dengan tulisan unik dibawa massa dari ribuan guru honorer saat unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tasikmalaya.

Mereka serentak melantunkan doa bersama dengan munajat bisa diangkat menjadi Tenaga Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebagai wujud apresiasi dari pemerintah.

Tak tanggung, guru honorer yang menyemut tersebut mengancam akan mogok ngajar jika aspirasinya tidak digubris oleh Bupati Tasikmalaya sengaja pemangku kebijakan.

Berdasarkan informasi, massa menuntut optimalisasi formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk 2.426 guru honorer.

Sebab, mereka masuk kategori 2, lulus passing grade dan tiga tahun masuk daftar Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta mempunyai Sertifikat Pendidik (Serdik).

Tete Suherman selaku Ketua Forum Honorer Guru dan Tenaga Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya menerangkan, formasi untuk Tenaga P3K Kabupaten Tasikmalaya hanya 100 orang, ditambah sisa formasi 86 orang.

Sebab itu, massa honorer meminta pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyediakan 2.426 formasi bagi guru honorer, optimalisasi formasi PPPK untuk tenaga guru tahun 2022. Itu untuk mengkaper jumlah guru honorer yang terdaftar mencapai 3.600-an orang.

“Kami telah memenuhi persyaratan, tertuang dalam Permenpan-RB nomor 20 tahun 2022, ada prioritas bagi kami yaitu guru eks kategori II prioritas pertama dan yang lolos passing grade tes PPPK, juga yang terdaftar dalam dapodik selama tiga tahun dan yang mempunyai sertifikat pendidik,” tegas Tete.

“Kami akan mogok masal mengajar pas tahun ajaran baru nanti, jika 8 Juli pengajuan formasi tidak dikabulan Bupati Tasikmalaya,” imbuh Tete. (Momo).

Loading

Berita Terkait

FATAS Season 2: Gandeng Satlantas Polres Tasikmalaya, Bagikan 1.000 Takjil dan Santuni Puluhan Yatim
KPM Menjerit! Dana PKH di Kampung Cipeundeuy Garut Dipotong Rp20 Ribu
Reses di Hotel Mangkubumi, Cahyo Nasdem Edukasi Warga Soal Mekanisme Anggaran APBD
Rakyat Mujahid RI Dukung Panglima TNI, Perintahkan Siaga 1 Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Polemik Data Bansos Panglayungan: JSI Protes Disabilitas Dituduh Main “Judol” Hingga Bantuan Hilang
Sisi Religius Sang Petarung: Indoboxing Laga Inau Santuni 240 Anak Yatim di Cafe Legend
Sinergi Kemenag, Baznas, dan Ponpes Daarussa’adah: Membumikan Al-Qur’an di Bumi Puspahiang
Satu Hari, Seribu Kebaikan: YNCI Chapter Tasikmalaya Bagikan 1.000 Paket Takjil di Jl. SL Tobing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 04:37 WIB

FATAS Season 2: Gandeng Satlantas Polres Tasikmalaya, Bagikan 1.000 Takjil dan Santuni Puluhan Yatim

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:44 WIB

KPM Menjerit! Dana PKH di Kampung Cipeundeuy Garut Dipotong Rp20 Ribu

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:00 WIB

Reses di Hotel Mangkubumi, Cahyo Nasdem Edukasi Warga Soal Mekanisme Anggaran APBD

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:34 WIB

Rakyat Mujahid RI Dukung Panglima TNI, Perintahkan Siaga 1 Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:29 WIB

Polemik Data Bansos Panglayungan: JSI Protes Disabilitas Dituduh Main “Judol” Hingga Bantuan Hilang

Berita Terbaru

Ilustrasi

Berita terbaru

KPM Menjerit! Dana PKH di Kampung Cipeundeuy Garut Dipotong Rp20 Ribu

Minggu, 8 Mar 2026 - 20:44 WIB