Darurat Hutang Pemkab Enrekang!! Aktivis Anti Korupsi ini Sentil Paslon Pilkada 2024

Rabu, 30 Oktober 2024 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Adanya hutang warisan yang bernilai fantastis menembus lebih dari setengah triliun rupiah membuat keadaan keuangan daerah Kabupaten Enrekang menjadi kewalahan.

Efeknya berimbas kemana mana mulai dari tertundanya pembayaran gaji kekurangan 8 persen Aparatur Sipil Negara (ASN), tunggakan BPJS, Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) dan lainnya.

Hal tersebut mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, salah satunya Aktivis Anti Korupsi, Muhammad Mukhtar angkat bicara.

Menurutnya, hutang warisan Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dari Bupati pada saat itu menjadikan keadaan keuangan daerah menjadi tidak sehat lagi.

“Timbulnya utang daerah diduga keras karena pemerintah pada waktu itu terlalu berambisi untuk belanja yang tidak terkendali, sedangkan kemampuan keuangan daerah kita terbatas sehingga berimbas ke ASN, tunggakan BPJS, gaji Tenaga ahli keagamaan dan lainnya,” cetusnya, Rabu (30/10/2024).

Muktar menduga peruntukan untuk kekurangan gaji 8 persen ASN telah disalahgunakan kemungkinannya dialihkan untuk membayar utang daerah.

“Sehingga menunda pembayaran kekurangan gaji 8 persen dan mengorbankan hak hak ASN,” kata Muktar.

Dengan tegas dia menyentil, jika ada pasangan calon Bupati Enrekang pada Pemilukada 2024 nantinya yang ingin melanjutkan kebijakan seperti itu, berarti jelas tidak berpihak ke masyarakat.

“Maka saya rasa Paslon tersebut tidak layak untuk dipilih masyarakat, dan tidak layak untuk memimpin daerah kabupaten Enrekang kedepannya,” tegasnya.

Saat ini lanjut Muktar, masyarakat butuh pemimpin yang ikhlas dan punya niat baik, tidak hanya memikirkan kesejahteraan kelompoknya.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat Enrekang untuk menjadi pemilih yang cerdas serta bisa berpartisipasi dalam mensukseskan pilkada yang damai,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Mat

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut
Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru
Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar
Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi
Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah
Marak Pengamen dan Pengemis, Satpol PP Pemalang Turun Tangan Beri Pengarahan
Tangkap Pembobol Rumah di Kalianda, Polisi Ungkap Dua Kasus Curanmor Sekaligus
Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:02 WIB

Evakuasi Beres 30 Menit! Pohon Tumbang Tutup Jalur Nasional Bandung–Garut

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:10 WIB

Garut Utara Harga Mati! Perjuangan Nyata Kunci Lahirnya Daerah Otonomi Baru

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Lahan Kering di Pemalang Terbakar

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:48 WIB

Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Manajemen Komunikasi Krisis Pemasyarakatan Terintegrasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:28 WIB

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Berita Terbaru

Berita terbaru

Gandeng Pihak Swasta, DLH Pemalang Atasi Krisis Sampah

Kamis, 16 Jul 2026 - 13:28 WIB